Kisruh Survei Pertamina, Petani Datangi Camat Daha Selatan

Petani mediasi di kantor Camat Daha Selatan, Senin (4/1/2021). banjarhits.com

Puluhan petani Desa Baruh Jaya, Kecamatan Daha Selatan, mendatangi aula kantor Camat Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada Senin (4/1/2021). Sebagian di antara petani bergabung Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten HSS dan SPI Kalimantan Selatan.

Para petani SPI Kabupaten HSS ingin mencurahkan keluh kesah atas aktivitas survei seismik 2D Pertamina. Agenda itu dibungkus mediasi antara petani dan PT Pertamina yang difasilitasi Camat Daha Selatan Nafarin, dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten HSS Muhammad Noor.

Menurut Ketua SPI Kalsel, Dwi Putra Kurniawan, petani merasa dirugikan atas survei seismik 2D Pertamina karena ada dugaan oknum tenaga survei mencuri hasil pertanian. “Kami menerima laporan ada pencurian semangka, singkong, dan perusakan tanah pertanian,” kata Dwi Putra Kurniawan saat paparan, Senin (4/1/2021).

Pertemuan ini untuk menyelesaikan kisruh survei seismik 2D Pertamina di area pertanian Desa Baruh Jaya, Kecamatan Daha Selatan. Dwi Putra membuka aneka dugaan pelanggaran survei, seperti tidak ada sosialisasi ke pemilik lahan, tidak ada surat resmi survei dari Pemkab HSS, dan dugaan pencurian buah milik petani.

“Ini berpotensi melanggar hak asasi petani. Kita punya UU 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan,” kata Dwi. Mengingat hal ini, SPI sepakat menyurati Pertamina untuk menghentikan survei seismik 2D di Daha Selatan.

Pertamina menghadirkan perwakilan petugas seismik, Iwan dan juru bicara Pertamina Survei Seismik 2D Tanjung Barat, Renaldy Lapotulo. Iwan ingin polemik yang berkembang di masyarakat diselesaikan kekeluargaan.

Apalagi, SPI Kalsel sudah melayangkan surat protes ke PT Pertamina di Banjarmasin. Menurut dia, surat itu berisikan kegiatan survei seismik yang mungkin keluar dari prosedur.

BACA JUGA  Sahbirin Minta Maksimalkan Layanan Kesehatan Korban Banjir

Kalaupun ada permasalahan di lapangan, Iwan menilai wajar karena bersinggungan dengan masyarakat setempat. “Pasti ada solusinya, tergantung kita bagaimana masalah itu bisa diselesaikan,” kata Iwan.

Iwan mengakui lahan milik Bakeri belum masuk data survei seismik 2D. Protes ini pun bermula dari survei seismik di lahan milik Bakeri, Ketua SPI Kabupaten HSS.

Iwan mengklaim sosialisasi dimulai di tingkat kecamatan dengan mengundang tokoh masyarakat, kades, badan pemberdayaan masyarakat, polsek, dan koramil yang mana desanya terdampak survei seismik 2D. Di situ, Iwan berkata belum ada sosialisasi ke pemilik lahan.

“Lalu kami ada sosialisasi di tingkat desa, kami mengundang pemilik lahan yang lahannya dilintasi survei seismik. Kami ada pendataan awal dengan pemasangan patok merah dan patok biru,” ucap Iwan.

Setelah itu, kata dia, Pertamina koordinasi ke pemerintah desa agar ada perwakilan warga yang mendampingi petugas survei di lapangan. Kegiatan survei seismik sesuai data pemilik lahan yang disodorkan oleh pendamping desa.

“Setelah pendataan itu, yang diundang sosialisasi yang ada patoknya. Kami jelaskan semua apapun itu,” Iwan melanjutkan.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Sulitnya Bertani di Rawa Lebak Nagara HSS

Read Next

Kemenkes Segera Vaksinasi Covid-19

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *