Capaian Barito Kuala saat Berusia 61 Tahun

Rapat Paripurna HUT ke-61 Barito Kuala, Senin (4/1/2021).

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menggelar Rapat Paripurna dalam rangka Peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-61 Kabupaten Barito Kuala (Batola), Senin (4/1/2021).

Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Saleh, Wakil Ketua Agung Purnomo dan Hj Arpah beserta para anggota DPRD Batola. Rapat tidak dihadiri Bupati Hj Noormiliyani AS karena sakit, sehingga kehadiran diwakilkan kepada Wakil Bupati H Rahmadian Noor.

Sebagaimana tahun lalu, rapat paripurna dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Barito Kuala ke-61 juga mengenakan pakaian adat. Para pejabat mulai wakil bupati, pimpinan para anggota DPRD, sekda, serta para anggota forkopimda memakai pakaian jas terbuka berwarna kuning bertema adat Banjar motif khas Batola berupa tanaman padi dan purun.

Mereka lengkap pakai topi laung/daster serta sarung sabuk berwarna hijau dengan kemeja putih lengan panjang berenda dipadu celana panjang yang juga berwarna kuning.

Paduan pakaian sedemian rupa memberi kesan kearifan lokal yang menjadikan ruangan semakin semarak. Rapat Paripurna bukan mengutamakan penjelasan atau pemandangan umum fraksi seperti biasa, namun beragenda utama mengenang sejarah lahirnya Kabupaten Berjuluk Bumi Ije Jela.

Karenanya dalam rangkaian acara berisi pembacaan riwayat singkat Kabupataen Barito Kuala yang dibacakan Wakil Ketua DPRD Agung Purnomo.

Dalam sambutan tertulis Bupati Hj Noormiliyani AS, Wakil Bupati H Rahmadian Noor mengucapkan terima kasih kepada dewan yang terhormat yang menggelar Rapat Paripurna dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-61 Kabupaten Barito Kuala Tahun 2021 bertemakan “Bersinergi Melayani”.

Rahmadian Noor menyampaikan penjelasan capaian kinerja sepanjang tahun 2020 yang boleh dibilang merupakan tahun penuh dinamika. Maklum, sejak Maret 2020 dilanda wabah Covid-19 yang berdampak langsung terhadap masyarakat, terutama bidang ekonomi.

Kendati terjadi pengurangan dana transfer dari Pemerintah Pusat, sebutnya, untuk pelaksanaan Batola masih bisa mengalokasikan anggaran untuk program dan kegiatan prioritas, seperti program kesehatan, pendidikan, pembangunan infrastruktur khususnya Program Kutabamara, Bedah Kampung Terintegrasi (BKT), Jejangkit Ecopark, serta program-program prioritas lainnya.

BACA JUGA  Setelah Bupati Tanbu Dilantik, Jalan Rusak Karangsari Diperbaiki

Selain itu, lanjut wabup, ada beberapa kegiatan strategis yang menjadi kinerja pemkab dalam rangka menjalankan visi misi Membangun Desa dan Menata Kota terutama terkait perkembangan (Progres) Program Bedah Kampung Terintegrasi, perkembangan Pembangunan wilayah Kutabamara, perkembangan pembangunan wilayah dalam rangka Menata Kota, serta perkembangan pembangunan Jejangkit Ecopark.

Disebutkan pula, kinerja pemerintahan tahun 2020 yang tidak kalah penting terkait capaian pengelolaan keuangan daerah dengan kualifikasi WTP, kinerja fasilitasi dan pembangunan manajemen pemerintahan desa serta esensi pemerintahan berupa optimalisasi pelayanan kepada masyarakat sehingga tahun 2021 ditetapkan sebagai Tahun Pelayanan Publik sesuai tema RKPD “Meningkatkan Kualitas Pelayanan Menuju Kesetaraan.”

Pada tahun 2021, ditetapkan program Permata Bunda (Pemberian Makanan Tambahan untuk Ibu dan Anak mulai masa kehamilan sampai melahirkan) sebagai program prioritas.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Kemenkes Segera Vaksinasi Covid-19

Read Next

Serikat Petani Kalsel – Pertamina Capai 5 Poin Kesepakatan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *