Lembaran Baru Setelah Tahun Buruk 2020

CEO banjarhits.com, Diananta P Sumedi (kiri) dan mitra kerja. Istimewa

Jumat hari pertama tahun 2021. Memori ingatan saya mengajak lagi menengok ke belakang pada 2020. Bagi saya, 2020 semacam tahun penuh penderitaan, keprihatinan, pengorbanan, dan air mata.

Tahun paling kelam yang tak pernah luput dalam memori sejarah hidup, sejak saya lahir 37 tahun lalu. Kenapa saya menyebut tahun paling kelam? Pembaca tentu sudah paham apa yang saya maksud. Ya, saya dibui gara-gara sengketa karya jurnalistik.

Saya tidak perlu lagi menuliskan detail rangkaian sengketa jurnalistik yang berujung vonis pidana 3 bulan 15 hari. Banyak media mainstream, pakar jurnalistik, dan pakar pidana sudah mengulasnya.

Melalui tulisan ini, saya ingin mencurahkan secuil pikiran dan harapan selepas tahun 2020 yang penuh penderitaan pribadi. Setelah dibui, saya ingin melompat jauh meraih cita-cita yang tertunda. Filosofinya, saya mundur selangkah dalam hidup, untuk melompat 100 langkah ke depan meraih impian.

Sejenak, saya menikmati hidup dalam terungku penjara. Jika Tuhan sudah berkehendak, saya sebagai manusia tak kuasa menolak takdir itu. Saya menduga sudah garisan hidup untuk merasakan penjara, dan berkumpul dengan orang-orang bereputasi kriminal– yang sejatinya sebagian di antara mereka tak pantas disebut pelaku kriminal.

Penjara, bagi saya, menyimpan dua sisi: kebaikan dan keburukan. Di penjara, saya dilatih secara alami menjadi pribadi tangguh. Kawan yang dulu satu almamater di Universitas Airlangga Surabaya dan bertindak sebagai jaksa penuntut umum kasus saya, pernah bilang penjara itu semacam pondok pesantren.

Disebut pondok pesantren karena sekeluar dari penjara, pribadi narapidana diharapkan lebih baik ketika kembali bermasyarakat. Tak sepenuhnya salah menyamakan penjara mirip pondok pesantren. Tapi juga tidak benar-benar sangat.

Buktinya, ada eks narapidana yang mengulangi tindak kriminal, lalu dibui lagi. Penjara justru tempat melatih naluri kriminal. Saya menilai sistem pemasyarakatan perlu dibenahi lagi. Penjara harus benar-benar mirip pondok pesantren yang menghasilkan manusia-manusi tangguh, sekeluarnya dari bui.

BACA JUGA  3 Hari, P2B Kalsel Galang Donasi Korban Kebakaran Kotabaru

Tak mudah, memang. Ketika merintis lagi banjarhits reborn lewat situs banjarhits.com, saya punya keyakinan bahwa sejarah masa lalu adalah pintu meraih masa depan. Saya percaya banjarhits.com dengan sejarah masa lalunya adalah tonggak mengembalikan pamor media rintisan ini.

Saya tak lagi berharap bekerja di media online milik orang lain. Status eks narapidana bukan perkara gampang diterima bekerja di media orang. Kini, saya harus berdikari meraih asa yang tertunda.

Saya tertarik membaca kisah-kisah sukses eks narapidana. Sebut saja nama Asep Djuheri alias Heri Coet, pemilik kafe dan toko baju merek X-Residivist. Kemudian Jumaro Joko Pratomo, eks narapidana yang kini pemilik Galeri Bamboo Art 76. Jumaro mempekerjakan 136 orang eks napi; dan Hardadi, eks napi kasus narkoba yang kini sukses lewat bisnis singkong keju.

Mereka orang-orang yang terbukti keluar dari pondok pesantren ala penjara. Mereka sebagian dari sekian banyak eks narapidana yang meraih cita-cita hidup di bidang masing-masing. Selepas dari penjara, mereka justru berdikari dan mempekerjakan sesama kawan eks narapidana.

Jujur, saya terinspirasi langkah mereka: memperkerjakan eks narapidana untuk kesejahteraan. Tentu, saya belum punya nama sekaliber mereka. Tapi, niat untuk menuju ke arah sana sudah terpatri. Saya sudah mengontak kawan eks narapidana di Kotabaru untuk berkenan jadi wartawan.

Tapi, sampai detik ini, kawan saya itu belum percaya diri menulis sebagai wartawan. Ide dan niat kecil ini langkah awal meraih impian lebih besar ke depan. Bukankah kita harus bermimpi lebih dulu untuk mewujudkan cita-cita hidup? Saya khawatir mimpi saya ini tiba-tiba dilaporkan orang ke polisi.

Pembaca, tulisan yang sedikit ini saya niatkan untuk membuka lembaran baru tahun 2021. Semoga kita semua diberi kesehatan, kemudahan, dan kelancaran pada 2021. Selamat tahun baru 2021.

BACA JUGA  Bupati Sudian Noor Sempat Kirim Pantun ke Mensos

Diananta P Sumedi

CEO banjarhits.com dan eks narapidana pers

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Akhir 2020, Pasien Corona di Batola Tambah 12 Orang

Read Next

Selamatkan Anak 10 Tahun, Warga Keroyok Buaya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *