Posting HTI, Terdakwa Despianoor Divonis Bebas PT Banjarmasin

Terdakwa Despianoor resmi bebas dari Lapas Kotabaru, Senin (21/12/2020). stringer banjarhits.com

Despianoor Wardani (23 tahun), terdakwa UU Informasi dan Transaksi Elektronik, resmi bebas dari Lapas Kelas IIA Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan pada Senin (21/12/2020). Sumber banjarhits.com menyebut Despianoor dibawa pulang ke rumah, setelah bebas dari penjara per hari Senin (21/12) siang.

Bebasnya Despianoor merespons putusan dari tiga majelis hakim Pengadilan Tinggi Banjarmasin, yang mengetuk vonis bebas terhadap terdakwa Dispianoor Wardani. Putusan ini diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada Kamis, 17 Desember 2020.

Sidang dipimpin oleh ketua majelis hakim Wahyono, dibantu dua orang anggota majelis hakim Suhartanto dan Siti Suryati.

“Menyatakan terdakwa Despianoor Wardani alias Ecet tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan kepadanya,” demikian petikan putusan yang diterima banjarhits.com, Senin (21/12/2020).

Hakim memerintahkan terdakwa agar dikeluarkan dari tahanan. “Memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, dan harkat serta martabatnya,” tulis putusan PT Banjarmasin.

Selain itu, majelis hakim menetapkan barang bukti dua unit ponsel dan akun Facebook atas nama Despii milik Despianoor Wardani agar dikembalikan kepada terdakwa. “Membebankan biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan kepada negara.”

Salah satu poin pertimbangan hakim bahwa delik dalam Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, adalah delik materiil. Yang artinya, selain unsur perbuatan yang harus dipenuhi, maka unsur akibat yang dilarang juga harus muncul, dan harus ada hubungan antara perbuatan dengan timbulnya akibat tersebut.

“Dan akibat ini harus bisa diukur. Alat ukur yang bisa digunakan untuk mengukur akibat ini adalah ajaran kausalitas,” demikian salat satu poin pertimbangan majelis hakim.

BACA JUGA  Divonis Penjara 2 Tahun, Despianoor: Fine-fine Saja

Di tingkat Pengadilan Negeri Kelas II Kotabaru, terdakwa Despianoor divonis pidana 2 tahun 6 bulan, dan denda Rp 20 juta subsider 2 bulan kurungan saat sidang putusan pada Senin (26/10/2020).

Tenaga honorer SLB Kotabaru ini dijerat Pasal 45A ayat 2 UU ITE dan Pasal 155 KUHP, serta resmi ditahan sejak 2 Juni 2020. Terdakwa Despianoor sejatinya sempat bebas saat sidang putusan sela pada Rabu (9/9/2020).

Majelis hakim PN Kotabaru yang diketuai Christina Endarwati serta hakim anggota Meir Elisabeth Batara Randa dan Eko Mardani Indra Yus, sepakat mengabulkan eksepsi kuasa hukum terdakwa. Saat itu, Despi didakwa pasal 155 KUHP.

Selain KUHP, jaksa mendakwa Despi pakai Pasal 45A Ayat 2 UU ITE. Drama permasalahan hukum yang dihadapi Despianoor bermula dari artikel yang diposting melalui akun facebook bernama despii.

Terdakwa menguplod artikel di antaranya: (1) Menolak Papua Lepas dari Indonesia; (2) HTI Menolak Kenaikan BBM; (3) HTI Menolak Kenaikan Tarif Dasar Listrik; (4) HTI Menolak Asing Kelola SDA Indonesia; (5) HTI Tolak LGBT; (6) HTI Tolak Liberalisasi Migas; (7) Solidaritas HTI Terhadap Muslim Suriah; (8) Aksi HTI tolak Komunis; (9) Aksi HTI Solidaritas Muslim Rohingya; (10) HTI Tolak Negara Penjajah Amerika; (11) Menolak Pemerintah Lepas Tangan Soal Kesehatan; (12) HTI Sadarkan umat tentang Khilafah; dan (13) HTI Menolak Perdagangan yang merugikan Rakyat.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Jika Menang di MK, H Difriadi: Masyarakat Sejahtera

Read Next

Kalsel Akan Wujudkan 1.000 Desa Sapi di Kebun Sawit

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *