Kalsel Akan Wujudkan 1.000 Desa Sapi di Kebun Sawit

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Suparmi di kantornya, Selasa (22/12/2020).

Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan menggencarkan pola terintegrasi peternakan sapi dan perkebunan sawit. Sebab, cara macam ini diklaim menguatkan ketahanan pangan dan swasembada daging di Kalsel.

Kepala Disbunak Kalsel, Suparmi, berkata pihaknya ingin mewujudkan swasembada daging lewat pendekatan kawasan dan integrasi ternak sapi dengan perkebunan sawit. Sebab, Kalsel punya komoditas unggulan perkebunan sawit dan karet.

“Integrasi dua subsektor atau diversifikasi berbasis perkebunan dan peternakan untuk ketahana pangan. Target tahun 2022 Kalsel swasembada daging lewat integrasi sawit dan sapi,” ucap Suparmi saat konferensi pers, Selasa (22/12/2020).

Pola integrasi macam ini sudah diimplementasikan pada lahan kebun sawit di Kabupaten Tanah Laut, Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Tabalong. Menurut dia, petani sawit harus diajarkan beternak sapi untuk meningkatkan kesejahteraan dan nilai tukar petani.

Menurut dia, beberapa perusahaan kebun sawit swasta sudah menerapkan pola integrasi kebun sawti dan ternak sapi, seperti PT Buana Karya Bakti. Suparmi mendorong pekebun sawit rakyat ikut mengaplikasikan diversifikasi macam itu.

Buana Karya Bakti, kata dia, menghasilkan daging sapi senilai Rp 34 ribu per kilogram daging. Namun, Kalsel masih mendatangkan indukan sapi dari luar provinsi untuk memenuhi permintaan.

“Kami ambil 25 persen saja perusahaan sawit, Kalsel bisa jadi program nasional 1.000 desa sapi. Intinya pelihara ternak dan plasma,” katanya. Ke depan, ia optimis Kalsel bisa rutin menyuplai sapi hidup dan daging ke provinsi tetangga.

Apabila dioptimalkan, maka ada potensi kelahiran pedet (anak sapi) 18 ribu – 25 ribu ekor per tahun dengan melibatkan swasta. “Penambahan indukan dari luar Kalsel,” katanya.

Pihaknya terus melakukan peremajaan kebun sawit. Pada 2020, peremajaan sawit menyentuh lahan seluas 2.800 hektare. Adapun pada 2021, ia menargetkan 6.600 hektare lahan peremajaan sawit rakyat. Hal ini untuk memenuhi produksi CPO nasional dan ekspor.

BACA JUGA  Tahun Baru Imlek dan Makna Tahun Kerbau

Selain itu, Suparmi mendorong integrasi ternak sapi dengan perkebunan karet. Pihaknya terus melakukan peremajaan tanaman karet lewat inovasi sistem usaha perkebunan rakyat. Pada sela-sela lahan bisa ditanami hijauan sumber pakan ternak.

Integrasi ternak sapi juga merambah eks lahan galian tambang, setelah direklamasi. Lahan ini ditanami hijauan sumber pakan ternak dan pemeliharaan sapi. “Lokasinya Kabupaten Tanah Laut dan Balangan,” ucap Suparmi.

Melalui serangkaian aksi ini, Suparmi berharap ada peningkatan daya saing ekonomi daerah berbasis sumber daya lokal dengan tetap memperhatikan lingkungan.

Kawasan introduksi dan pengembangan ternak sapi pernah di Kabupaten Tanah Laut, Banjar, Kotabaru, dan Kota Banjarbaru.

Adapun kawasan pusat pembibitan sapi di Kabupaten Tanah Laut, HSU, HSS, HST, Banjar, Tabalong, Kotabaru, Tanah Bumbu, Balangan, Barito Kuala, dan Kota Banjarbaru.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Posting HTI, Terdakwa Despianoor Divonis Bebas PT Banjarmasin

Read Next

Lapor ke MK, Tim H2D Bawa Beras, Bakul, dan Surat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *