Relawan Tolong Orang Hanyut di Sungai Martapura

Relawan ACT MRI Kalsel simulasi pertolongan korban tenggelam di Sungai Martapura, Rabu (16/12/2020).

Mendengar adanya informasi orang yang terbawa arus sungai, Tim Emergency Response Management (ERM) ACT-MRI Kalimantan Selatan berupaya memberikan pertolongan pertama.

Dengan menggunakan perahu karet, tujuh orang relawan MRI-ACT Kalimantan Selatan berupaya menyelamatkan nyawa Icat semaksimal mungkin.

Dengan melawan arus Sungai Martapura yang mengalir cukup deras, salah seorang relawan berupaya mengangkat tubuh Icat, untuk kemudian dievakuasi ke pinggiran sungai. Kayuhan relawan pun akhirnya menambatkan perahu di bibir sungai.

Tak menunggu lama, Icat diangkat ke tandu. Tubuhnya dievakuasi guna mendapat pertolongan pertama. Para relawan memberikan bantuan pernapasan dengan menggunakan tabung oksigen.

Beruntung, Icat langsung siuman sesaat setelah mendapatkan pertolongan pertama dari relawan yang bertugas.

Rangkaian peristiwa tadi, merupakan simulasi water rescue yang dilakukan Tim ERM ACT-MRI Kalimantan Selatan, dalam menghadapi potensi bencana menyusul masuknya fenomena La Nina di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan.

Menurut Komandan ERM ACT-MRI Kalimantan Selatan, Muhammad Riadi, rangkaian simulasi water rescue ini untuk memantapkan kesiapan relawan yang tersebar di 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

“Dalam skenario water rescue tadi, kita evakuasi korban dengan menggunakan perahu karet dan alat pelindung diri (APD) yang lengkap, untuk menyelamatkan korban. Karena yang kita utamakan adalah safety (keselamatan). Sebelum menolong orang, utamakan keselamatan diri sendiri dulu,” papar Riadi di sela simulasi.

Menurut Riadi, simulasi ini bertepatan Apel Siaga Menghadapi Potensi Bencana Tahun 2020-2021 yang serentak dilaksanakan di beberapa kantor cabang ACT di seluruh Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan pada Rabu (16/12/2020).

Apel siaga sendiri digelar untuk mengantisipasi adanya potensi bencana, khususnya di Kalimantan Selatan.

“Cuaca ekstrem La Nina ini dikhawatirkan membahayakan masyarakat. Contohnya yang sering terjadi yaitu bencana banjir, longsor dan puting beliung. Khususnya di Kalimantan Selatan yaitu banjir dan puting beliung,” imbuh Riadi.

BACA JUGA  Kemiripan Kasus Wartawan Diananta dan Jerinx SID

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Kalimantan Selatan dan Ketua Umum MRI Kalimantan Selatan Zainal Arifin mengatakan, kesiapan relawan untuk menghadapi potensi bencana sangat diperlukan. Tentunya, juga harus ada komitmen bersama dalam membantu menangani setiap bencana yang terjadi.

“Apa yang kita lakukan, adalah dengan memberi bantuan penanganan bencana. Para relawan ini merupakan orang-orang pilihan lembaga yang merupakan perpanjangan tangan lembaga pusat untuk membantu menangani bencana di daerah kita,” tutur Zainal di sela apel siaga yang dilaksanakan di Halaman Kantor ACT Cabang Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Rabu (16/12/2020).

Diakui Zainal, Kalimantan Selatan masih tergolong aman dari bencana. Namun demikian, Zainal mengingatkan potensi bencana bisa saja terjadi, apalagi dengan fenomena cuaca ekstrem yang beberapa waktu terakhir terjadi di Bumi Lambung Mangkurat ini.

“Apel siaga ini bertujuan, agar kita ingin bersiap siaga menghadapi bencana yang datang kapan saja,” tandas Zainal.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Pasien Covid-19 di Batola Tambah 6 Orang

Read Next

Tim Sahbirin Noor: Silakan H2D Gugat KPU ke MK

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *