Habitat Bekantan di Panjaratan Ditanami Pohon

Penanaman pohon di Panjaratan, Kabupaten TaLa, Minggu (13/12/2020).

Pegiat lingkungan yang dimotori oleh Cyber Adventure Indonesia, melakukan penanaman pohon di area Kawasan Ekosistem Esensial Panjaratan. Wilayah ini daerah edukasi dan konservasi Bekantan (Nasalis Larvatus), salah satu primata yang dijadikan maskot Kalimantan Selatan.

Acara dimulai dengan naiknya seluruh peserta kegiatan ke atas kapal wisata milik Desa Panjaratan yang dikelola oleh para pegiat wisata Kelompok Sadar Wisata Surai Bekantan. Mereka menuju lokasi penanaman yang butuh 30 menit perjalanan dari dermaga kampung Panjaratan.

Adi Rahmani, Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Laut, memberikan edukasi pentingnya kelestarian lingkungan dan mengajak semua pihak terlibat dalam menjaga lingkungan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi acara seremoni yang sekali jalan habis, tetapi dapat terus dijaga dan dipelihara sejalan dengan tujuan Gerakan Tanam dan Asuh Pohon,” kata Adi Rahmani, Minggu (13/12/2020).

Dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh Manager Kampanye Orangutan Foundation International (OFI), Dorprawati Siburian, secara simbolis menyerahkan dukungan 700 bibit tanaman pohon Ndoking dan Medang Natai. Dua pohon itu sumber makanan utama primata bekantan dan orangutan di habitat aslinya.

Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan melalui Kesatuan Pengelola Hutan Tanah Laut, turut menyumbang bibit tanaman. KPH mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan penanaman.

“KEE Panjaratan merupakan kawasan koloni habitat asli bekantan, dengan menanam pohon kami harap habitat aslinya akan semakin baik sehingga populasi yang ada dapat terjaga dan lebih berkembang,” jelas Agus Suprianto mewakili KPH Tanah Laut.

Gerakan Tanam dan Asuh Pohon yang dilaksanakan dalam rangka Hari Jadi Tanah Laut ke-55 merupakan sinergi semua pihak, baik instansi pemerintah dan swasta. Imam Suprastowo, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selata; Joko Pitoyo, DPRD Kabupaten Tanah Laut; Gahipbta Tanah Laut, PT Jorong Barutama Greston; PT K-resources Indonesia; dan SMAN 1 Pelaihari, turut terlibat dalam aksi tanam pohon ini.

BACA JUGA  Pilkada Tanbu, Suara Toraja Untuk SHM-MAR

Di sela acara, Sri Rahayu, salah satu guru di SMPN 6 Pelaihari membacakan puisi berjudul “Meratus” yang menceritakan tentang terancamnya kehidupan alam liar dan habitat bekantan. Puisi yang telah diterbitkan dalam Antologi Puisi Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival tahun 2019.

Ubaidilah, salah satu peserta aksi asal Kecamatan Jorong sangat mengapresiasi sumbangsih dan kerja keras semua pihak dalam suksesnya gerakan penanaman yang dilaksanakan.

“Terimakasih dan rasa bangga yang tak terhingga ketika bisa terlibat dalam kegiatan aksi penanaman pohon untuk kelestarian lingkungan,” tambahnya.

“Penanaman ini merupakan bagian dari aksi Gerakan Tanam dan Asuh Pohon yang telah kami inisiasi sejak 2018,” kata Eka Prasetya Aneba, Head Project Officer Cyber Adventure Indonesia saat menutup kegiatan.

Tanaman Ndoking merupakan tumbuhan endemik yang hanya ada di kawasan konservasi orangutan Tanjung Puting Kalimantan Tengah. Pohon ini didatangkan untuk ditanam dan diujicoba efektivitasnya di habitat bekantan Panjaratan, Kabupaten Tanah Laut.

Panjaratan, satu desa di Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, merupakan satu desa yang berada di daerah aliran Sungai Lok Serapang Pelaihari yang terhubung ke Muara Pagatan Besar, Kecamatan Takisung. Diapit oleh perkebunan sawit, tetapi masih memiliki hutan primer sepanjang aliran sungai yang merupakan habitat bekantan dan berbagai jenis burung endemik Kalimantan.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Lewat Surat, Haji Denny: Kita Menang Walau Kada Behambur Bakul

Read Next

Duh, Haji Denny: Ada Pengumpulan Kepala Daerah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *