Tim Sahbirin Noor: Ada Indikasi Kecurangan Suara

Ketua Pemenangan BirinMu, Rifqinizamy Karsayuda.

Kubu petahanan Pilgub Kalsel Sahbirin Noor – Muhidin (BirinMu), masih optimis dan yakin memenangi kontestasi politik Kalsel. Menurut Ketua Tim Pemenangan BirinMu, M. Rifqinizami Karsayudha, pihaknya masih yakin menang berdasarkan rekapitulasi quick count sampai malam ini, Jumat (11/12/2020).

Pihaknya terus mengawal penghitungan suara hasil rekapitulasi formulir (form) C1 agar tidak ada penyimpangan, penyelewengan, dan kecurangan. Rifqi menyebut ia sudah memerintahkan 4 dari 6 orang saksi untuk menginap di kecamatan secara bergiliran.

Ia mendengar kabar di tingkat kecamatan sedang dijalankan aksi pembelian formulir (form) C1 tempat pemungutan suara (TPS). Rifqi tidak menampik hal itu. Rifqi sudah menerima laporan dari saksi di lapangan bahwa ada oknum tertentu yang mencoba untuk membeli form C1 TPS.

“Saksi kami coba dirayu untuk menjual form C1. Terdapat oknum pejabat yang ingin membeli form C1 dan mengatasnamakan pihak lawan. Saya tidak berani katakan tim sukses. Pengakuan beberapa petugas PPK dan Panwascam dan seterusnya juga menyatakan dia dirayu untuk dapat bocoran form C1 TPS oleh oknum pejabat anggota DPR. Hal demikian sangat masif dilakukan,’’ beber Rifqi, Jumat (11/12/2020).

Rifqi menginstruksikan semua pihak terutama tim pemenangan BirinMU untuk mawas diri terkait upaya kecurangan tersebut. Berbicara etika politik, ia mengajak siapapun yang coba melakukan hal demikian untuk mengedepankan adab politik.

Disebutnya jika tidak punya saksi jangan mengambil C1 tanpa hak-hak dengan meminta dan seterusnya. Pihaknya mengeluarkan dana dan energi yang sangat besar untuk melatih para saksi sejak beberapa bulan lalu. Sementara, lanjutnya, ada pihak lain tanpa melatih dan membina saksi ingin mendapatkan form C1 secara pragmatis.

“Perbuatan mengambil C1 secara pragmatis mencederai etika politik. Kami juga bingung apa motivasi mau ambil form c1. Saya berpikir positif saja mungkin kawan-kawan ingin menyiapkan diri pada satu proses rekapitulasi di tingkat kecamatan, kabupaten, dan provinsi,’’ ungkapnya.

BACA JUGA  Nahdliyin Kalsel Khotmil Quran untuk Mendoakan Bumi

Dengan gamblang ia menyatakan jika form c1 saja ada yang ingin membeli dengan biaya cukup mahal, maka ia khawatir terjadi juga proses dalam tanda kutip keinginan membeli suara di tingkat kecamatan.

“Saya tidak tahu bagaimana caranya, saya ingatkan kepada seluruh Panwascam dan PPK di seluruh kecamatan untuk menjaga integritasnya. Saya juga sudah menelepon Ketua Komisi 2 DPR RI untuk mengingatkan mitra kerjanya yaitu Ketua KPU RI dan Bawaslu RI bahwa di Kalsel terjadi fenomena seperti ini,” ucap dia.

Ia berharap KPU RI, Bawaslu RI, dan DKPP turun ke Kalsel untuk memantau langsung proses rekapitulasi yang cukup ketat ini. Saat ini, kata dia, sangat mengkhawatirkan dan berharap pihak yang ingin melakukan kecurangan agar menghentikan prilaku yang dimaksud.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Cagub Kalsel H Denny Endus Upaya Mengubah Suara

Read Next

4 Alasan 2BHD Unggul Sementara Atas Sayed Jafar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *