Cagub Kalsel H Denny Endus Upaya Mengubah Suara

Denny Indrayana di kantor Bawaslu Kalsel, Selasa malam (3/11/2020). Foto: dok banjarhits.com

Calon Gubernur Kalimantan Selatan H Denny Indrayana memberikan pernyataan mengejutkan atas dinamika penghitungan suara Pilgub Kalsel 2020. Denny dan timnya mengendus aneka kecurangan untuk mengubah hasil perolehan suara paslon nomor 2 itu.

Denny ingin memberi peringatan dini merespons upaya-upaya kecurangan tersebut. Misalnya, kata dia, tanpa harus menyebut kabupaten dan kecamatan, ada rapat-rapat pleno kecamatan yang ditunda.

“Dan ini tidak sedikit. Ada apa? Karena penundaan itu biasanya modus memberi ruang manipulasi, kelambatan-kelambatan adalah indikator sesuatu yang sedang bekerja. Maka ada yang lambat dan ditunda, maka harus pasang mata dan telinga,” kata Denny Indrayana, Jumat (11/12/2020).

Ia sudah berdiskusi dengan para ahli politik dan eks komisioner KPU atas potensi kecurangan pilkada.

Kedua, kata Denny, hasil rekapitulasi suara lambat di beberapa kabupaten. Ia mempersilakan wartawan mengecek sendiri kabupaten yang lambat, misalnya Kabupaten Banjar sangat lambat.

“Kota Banjarmasin sangat lambat. Ini kota-kota yang akses internetnya lebih bagus daripada daerah lain. Ada apa? Teman yang pernah bekerja penyelanggara pemilu mewanti-wanti, kelambatan-kelambatan demikian indikasi yang harus sama-sama kita antisipasi,” ucap Denny Indrayana.

Di beberapa tempat, kata dia, saksi-saksi tidak diberikan C salinan hasil. Tentu saja penting bagi timnya mendapatkan C salinan hasil atau dulu dikenal C1. “Perlu datang ke penyelanggara, adu argumentasi lugas. Tetap kesulitasn dapat C salinan hasil,” ujarnya.

Informasi hasil menarik, ia mendengar ada beberapa C salinan hasil dibawa pulang, bukan olah saksi. “Kok bisa? Informasi ini harus dibuka ke khalayak sebagai early warning system,” ucapnya.

Selain itu, ada kecurangan di salah satu lokasi di Kecamatan Sungai Tabuk, dimana KPPS mencoblos beberapa kertas suara. “Sudah diproses. Kemudian saya menganggap aneh, suara saya di beberapa TPS 0, berbanding semua diberikan ke pasangan 1. Tadi sore 10 (TPS), saya khawatir makin meningkat. Dan tentu saja, kami akan melakukan investigasi serius.”

BACA JUGA  Duh, Pria 'Mabuk' Masuk TPS di HSU

“Siang ini, saya sudah verifikasi dua sumber, ada telepon dari pihak tertentu yang menelopon aparat yang bisa mengubah suara. Biarkan kami melaporkan ke tempat seharusnya, ke aparat berwenang. Tapi khalayak perlu tahu ada sesuatu bekerja melalui telepon. Yang meminta agar di kabupaten ini tolong diubah suaranya,” kata Denny Indrayana.

Ia mengimbau pihak-pihak yang berlaku curang segera menghentikannya karena ada ancaman pidana bagi pihak yang ingin mengubah hasil suara. Mengacu UU Pilkada, kata Denny, ancaman pidana maksimal 12 tahun dan denda Rp 144 juta.

Hasil sementara real count KPU.GO.ID pada pukul 22.14 wib, Jumat (11/12/2020), suara Denny – Difiriadi meraup 51,6 persen dan paslon Sahbirin – Muhidin meraih 48,4 persen. Hasil sementara ini dihimpun dari 4.191 TPS atau baru 46,21 persen dari 9.069 TPS se-Kalsel.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Cair, 2.500 Warga Miskin Batola Terima Bantuan Tunai

Read Next

Tim Sahbirin Noor: Ada Indikasi Kecurangan Suara

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *