Bupati Sudian Noor Sempat Kirim Pantun ke Mensos

Menteri Sosial Juliari P Batubara. Istimewa

Bupati Tanah Bumbu, Sudian Noor, tak pernah lepas dari kontroversi. Sejumlah pernyataannya yang disampaikan di ruang publik sering kali menuai polemik.

Baru-baru ini, setelah Menteri Sosial RI (non aktif) Juliari P. Batubara, mengunjungi Kabupaten Tanah Bumbu untuk menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat, Sudian Noor justru menyampaikan pernyataan yang aneh dan janggal.

Dia mengaku tidak mengetahui kedatangan Juliari Batubara ke Tanah Bumbu untuk membagikan 13.619 paket sembako senilai Rp 2.723.800.000 melalui 28 yayasan di Tanah Bumbu.

Dalam pernyataannya yang dimuat di salah satu media online, Sudian Noor mengaku tidak mengetahui adanya pemberian bantuan itu.

”Saya tegaskan, saya tidak tahu sama sekali soal bantuan dari Mensos. Dan surat Mensos ditujukan kepada ke Gubernur Kalimantan Selatan, bukan Tanah Bumbu. Kami hanya terima tembusan saja,” kata politisi PAN itu.

Tapi, benarkah Sudian Noor tidak mengetahui adanya penyerahan bantuan sosial itu?

Fakta di lapangan justru berbeda. Karena acara kunjungan yang dihadiri Juliari Batubara, tercatat dalam jadwal kegiatan Pemkab Tanah Bumbu bulan Desember.

Kegiatan itu kemudian dihadiri oleh Asisten Bidang Administrasi Umum, Riduansyah yang mewakili Bupati Tanah Bumbu. Di sana, Riduansyah ikut memberikan sambutan dari bupati.

“Pertama-tama, selaku pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, kami mengucapkan selamat datang kepada Menteri Sosial Republik Indonesia, Bapak Juliari Batubara beserta rombongan,” katanya.

“Sungguh suatu hal yang sangat menggembirakan dan membahagiakan bagi kami, mendapat kunjungan kerja ini. Artinya dengan kunjungan kerja ini, kita sama-sama mengikat dan mempererat hubungan tali silaturahmi yang baik dan harmonis di antara kita,” lanjutnya, dalam sambutan itu.

Di akhir sambutan, Sudian Noor, melalui asistennya, Riduan, juga memberikan pantun istimewa kepada Juliari Batubara. “Burung nuri si burung dara, jauh tinggi terbang ke angkasa, sekali lagi selamat datang Pak Juliari Batubara, semoga silaturahmi tetap terjaga.”

BACA JUGA  2021, Perekonomian Kalsel Diprediksi Membaik

Sambutan itu tertulis tanggal 4 Desember 2020 dan diakhiri dengan nama Bupati Tanah Bumbu, Sudian Noor.

Sejumlah pihak pun mempertanyakan sikap Sudian Noor yang mengaku tidak tahu menahu soal bantuan sosial dari Kementrian Sosial RI, sementara di sisi lain dia justru mengutus bawahannya untuk menghadiri kunjungan Juliari Batubara.

Anggota DPRD Tanah Bumbu, Said Ismail Khollil Alydrus, menilai Sudian tidak konsisten dengan ucapannya. “Padahal sebagai pemimpin, yang dipegang itu ucapannya,” ucap tokoh pemuda Alawiyyin, Senin (7/12/2020).

Dia juga menyoroti ketidakhadiran Bupati Tanah Bumbu dan Kepala Dinas Sosial saat menyambut Juliari Batubara. Mestinya, kata dia, Sudian tetap hadir untuk memberikan penghargaan kepada pejabat selevel menteri, bukan malah mengirimkan anak buahnya.

“Jangan karena Pak Juliari itu dari PDI Perjuangan, sementara Pak Bupati berada di gerbong yang berbeda, kemudian tidak hadir. Ini tidak benar. Sebab, kita sedang bicara bantuan kemanusiaan,” ucapnya.

Di luar dari persoalan yang menimpa Juliari Batubara, Said Ismail meminta penyerahan bantuan itu tidak dikaitkan dengan masalah politik.

“Tidak semua kabupaten bisa mendapatkan bantuan itu. Mestinya itu disambut dengan rasa syukur,” tandasnya.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Literasi Buku Terus Digencarkan ke Penjara di Kalsel

Read Next

Perlawanan Rakyat Marabahan Jadi Momen Instropeksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *