Puluhan Ikan di Sungai Satui Ditemukan Mati

Nelayan mendapati ikan mati di Sungai Satui, Jumat (4/12/2020). Istimewa

Fenomena kematian puluhan ikan di aliran Sungai Satui, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, kembali terulang pada Jumat (4/12/2020). Seorang nelayan setempat, Arbani, mengatakan warga mendapati puluhan ikan mati mengambang di Sungai Satui.

Arbani curiga kematian ikan-ikan itu akibat terkontaminasi limbah yang mencemari Sungai Satui karena ada perubahan warna air yang tidak wajar.

“Ada warna jernih ke hijauan dan oranye ke coklatan. Kami temukan ada beberapa ikan mati mengapung di sungai, yang kami duga kematian ikan tersebut akibat air limbah yang mencemari Sungai Satui,” kata Arbani kepada banjarhits.com, Jumat (4/12/2020).

Curiga atas kematian ikan, ia dan beberapa nelayan mengecek ke kawasan hulu Sungai Satui, sumber limbah berasal. Memakai perahu klotok, mereka menyusuri dua anak Sungai Satui: Sungai Batulaki dan Sungai Jombang.

Nelayan pun menyusuri perairan Sungai Pabilahan, cabang dari Sungai Jombang. Menurut Arbani, sumber limbah berasal dari Sungai Pabilahan, sebelum mengalir masuk ke Sungai Jombang dan Sungai Satui.

Ikan kakap ditemukan mati di Sungai Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (4/12/2020).

“Kami mendatangi Sungai Pabilahan yang sering terjadi keluarnya air limbah. Ternyata benar asal datangnya limbah tersebut dari Sungai Pabilahan, yang sering dijadikan pengaliran air limbah sehingga mengakibatkan sungai-sungai di bawah ikut tercemar,” kata Arbani.

Arbani mendapati ikan-ikan mati di beberapa titik sepanjang aliran Sungai Jombang dan Sungai Satui. “Kami temukan beberapa jenis ikan mati mengapung di sungai akibat air tersebut,” Arbani melanjutkan.

Selain kematian ikan, kata Arbani, limbah juga berdampak buruk terhadap masyarakat yang menetap di bantaran Sungai Satui. “Paling terdampak masyarakat nelayan Satui yang tinggal di bantaran Sungai Satui, yaitu Desa Sungai Danau dan Sinar Bulan,” ujar Arbani.

Alhasil, Arbani dan warga merasa dirugikan atas pencemaran Sungai Satui. Sebab, kata dia, para nelayan susah mencari penghasilan sebagai penangkap ikan dan udang di sungai tersebut. Arbani turut mengambil sampel air yang terkontaminasi limbah.

BACA JUGA  Update Covid-19 Kalsel: Tingkat Kesembuhan 87,12%

Akhir tahun 2019, banjarhits.com bersama Arbani pernah menyusuri aliran hulu Sungai Pabilahan, Sungai Jombang, dan Sungai Batulaki. Kawasan tersebut berdekatan dengan perkebunan sawit dan pertambangan batu bara.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Solidaritas Pangan Tolak Penghargaan dari Kemenpan RB

Read Next

Polres HSU Kebanjiran, 19 Tahanan Dititipkan ke Lapas Amuntai

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *