Duh, Pria ‘Mabuk’ Masuk TPS di HSU

Petugas jaga menggiring pria mabuk yang masuk TPS, Kamis (3/12/2020). Polres HSU

Petugas jaga tempat pemungutan suara (TPS) mengusir seorang pria tua berkaos kuning. Si pria itu dalam kondisi mabuk katika masuk ke TPS. Anggota PPS dan petugas pengamanan TPS dari Linmas dan Polri, sigap menangani pria tersebut.

Selain pria mabuk, ada pemilik hak suara yang rebutan antrean untuk masuk bilik suara. Pria mabuk dan kisruh antrean di TPS ini bagian simulasi pengamanan pilkada di tengah pandemi Covid-19 yang dilaksanakan di lapangan Pahlawan Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kamis (3/12/2020).

Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan memimpin langsung simulasi, mengatakan pilkada tahun ini berbeda dengan pilkada sebelumnya. Sebab, pemilihan dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum berakhir.

“Oleh sebab itu, Pilkada kali ini ada hal-hal yang perlu diperhatikan, baik oleh para pemilih ataupun petugas pada saat di TPS,” ujar AKBP Afri Darmawan, Kamis (3/11/2020).

Menurut dia, hal-hal yang mesti diperhatikan seperti sterilisasi lokasi TPS dan penyemprotan disinfektan secara berkala di TPS, guna memastikan saat digunakan dalam keadaan steril. Kemudian, KPPS yang bertugas dilengkapi alat pelindung diri, mulai dari masker, face shield dan sarung tangan.

“Untuk menghindari antrean pada saat pencoblosan, pemilih diimbau untuk datang sesuai jadwal kedatangan pemilih yang sudah diatur melalui surat pemberitahuan dan membawa pulpen serta identitas diri,” ujarnya.

Pemilih yang datang ke TPS diwajibkan pakai masker selama berada di TPS ataupun sekitar TPS, dan selalu menjaga jarak satu dengan yang lainnya minimal 1-2 meter

Sebelum dan sesudah melaksanakan pencoblosan, pemilih harus mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan, serta sebelum memasuki TPS, pemilih wajib diperiksa suhu tubuh oleh petugas.

BACA JUGA  Pj Gubernur Kalsel Berencana Tanam Sejuta Pohon

Pada saat ingin memasuki TPS, petugas akan memberikan sarung tangan kepada pemilih untuk digunakan pada saat pencoblosan.

“Setelah melakukan pencoblosan, pemilih tidak perlu mencelupkan jari ke tinta, namun akan diteteskan ke jari oleh petugas,” imbuhnya.

Daftar pemilih dalam satu TPS maksimal 500 pemilih. Di TPS juga terdapat bilik khusus untuk pemilih yang memiliki suhu tubuh di atas 37,3 celcius. Selama melaksanakan pemilihan suara tidak berkerumun dan hindari kontak fisik guna mencegah penyebaran Covid-19

“Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir dan Pilkada tahun 2020 dapat berjalan lancar, tertib dan aman,” kata AKBP Afri.

Kapolres memberikan semangangat kepada TNI-Polri dan Linmas selaku 3 pilar pengamanan dalam rangkaian Pilgub Kalsel Tahun 2020. “Kita harus Opstimis dan percaya diri (PD) bahwa kita akan 3 Pilar pengamanan di TPS dalam Pilgub Kalsel Th.2020,” ujarnya.

Ketua KPU Kabupaten HSU Rina Mei Saputri berterima kasih kepada Kapolres HSU beserta jajaran, yang selama ini mendukung dan kerjasama dalam setiap pengamanan, baik di kantor KPU, gudang logistik, dan kegiatan lainnya.

“Kita mengharapkan nanti Pilgub Kalsel berjalan lancar, dan saat pemungutan dan perhitungan suara nanti bisa berjalan aman, damai dan sejuk,” ujarnya.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Sehari, Batola Ketambahan 16 Pasien Baru Corona

Read Next

Markas Polres HSU Terendam Banjir

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *