Kurir Narkoba Divonis Mati, Siapa Dimas di Penjara?

Terdakwa Dimas saat sidang online, Senin (30/11/2020).

Majelis hakim Pengadilan Negeri Banjarmasin menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Dimas Aprilianto Teja alias Dimas, kurir narkoba sebanyak 208 kilogram asal Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Sidang putusan terhadap terdakwa Dimas digelar di PN Banjarmasin, Senin (30/11/2020). Terdakwa Dimas dianggap terbukti bersalah melanggar pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kebetulan, Dimas pernah mendekam di Rutan Polda Kalimantan Selatan pada bulan Mei 2020. Saat itu, Dimas menghuni sel Kalimantan, bersebelah dengan sel Sumatera — tempat dimana saya pernah ditahan.

Secara personal, saya tidak mengenal akrab sosok Dimas karena kami beda sel. Tapi, Dimas pernah berkeluh kesah lewat surat yang dikirimkan ke koleganya, Sulistyo, yang menghuni sel Sumatera. Sulistyo terseret kasus Dimas karena diduga menampung dana aliran jual beli narkoba lewat rekening miliknya.

Maka itulah, Sulistyo dikirim ke jeruji besi dengan jeratan UU Tindak Pidana Pencucian Uang. Saya dan Dimas beda sel karena Dimas perkara narkoba, jadi ditempatkan di sel khusus para tahanan narkoba. Adapun saya dan Sulistyo bukan tahanan narkoba.

Saya dijebloskan ke penjara karena sengketa karya jurnalistik yang dijerat UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Dimas dan Sulistyo merupakan warga Kota Samarinda.

Setahu saya, mereka tidak punya keluarga di Kota Banjarmasin. Dimas pernah menulis di atas secarik kertas ke Sulistyo. Kertas ini dikirim lewat tahanan pendamping yang kebetulan melintas di depan sel Kalimantan dan sel Sumatera.

Isi surat itu kira-kira perasaan gundah seorang Dimas. Saat itu, Dimas diliputi kecemasan karena ketiadaan keluarga yang menjenguk, proses hukum yang panjang, dan ancaman pidana maksimal: hukuman mati. Membaca surat Dimas, Sulistyo serba bingung untuk membalasnya.

BACA JUGA  Polisi HST Tangkap 2 Pengedar Narkoba

Maklum, Sulistyo pun juga tidak ada kejelasan kapan disidang. Sulistyo lalu mendekati saya. Ia ingin bertukar pikiran bagaimana menulis narasi untuk membalas surat dari Dimas. Saya bilang ke Sulistyo: “Jawab saja bahwa saya juga belum ada kabar kapan disidang.”

Sulistyo lekas meminjam bolpoin milik saya, dan menulis di sobekan kertas itu. Kertas segera beralih ke sel sebelah, setelah dititipkan tahanan pendamping. Sulistyo sempat bercerita ke saya soal kasus yang membelit Dimas. Namun, saya tak menulis detail kenapa Dimas sampai ditangkap polisi.

Kini, Dimas sepertinya dipindah ke sel penjara Mapolsek Banjarmasin Barat. Entah kapan proses pemindahan itu. Mengingat, saya cuma mendekam di Rutan Polda Kalsel sampai 20 Mei 2020, sebelum diungsikan ke Rutan Polres Kotabaru.

Proses hukum terhadap terdakwa narkoba memang cenderung lama. Lamanya proses penyidikan dan persidangan ini kerap membuat gundah si terdakwa.

Dimas dicokok polisi di Jalan Ahmad Yani Kilometer 274, Simpang Empat Desa Jaro, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan pada 13 Maret 2020.

Polisi terus mengembangkan kasus itu hingga ke Samarinda, Kalimantan Timur, dan menangkap tiga tersangka lain: Mahmudi alias Jun dan Sahrul Gunawan alias Wawan serta Sulistyo dengan barang bukti tujuh kilogram sabu-sabu dan 898 butir ekstasi serta uang tunai Rp 1.100.000.000.

Perkara keempat terdakwa itu dipisahkan. Mahmudi dan Sahrul didakwa atas kepemilikan barang bukti tujuh kilogram sabu-sabu dan 898 butir ekstasi. Sedangkan Sulistyo dikenakan pasal pencucian uang atas aset yang disita polisi senila Rp 1 miliar lebih

Atas vonis pidana mati itu, kuasa hukum Dimas, Ernawati menyatakan akan menempuh upaya banding.

“Kami banding atas vonis majelis hakim. Seperti pernah saya katakan di awal persidangan, putusan hakim kami harapkan sesuai perannya saja. Jangan melihat hitungan berat barang bukti. Seperti Dimas misalnya, dia hanya disuruh bawa mobil,” katanya.

BACA JUGA  Polisi HSU Tangkap IRT yang Diduga Bandar Narkoba

Diananta P Sumedi

CEO banjarhits.com dan eks narapidana pers

Vinkmag ad
Bagikan ini :

admin

Read Previous

Bupati Batola 5 Kali Berturut Dapat Opini WTP

Read Next

Bangunan Dua Galangan Kapal di Batola Dibongkar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *