Ini Capaian Pemkab Batola Setahun Terakhir

Bupati Batola, Hj Noormiliyani (tengah) saat jumpa pers di Aula Selidah, Rabu (2/12/2020).

Bupati Barito Kuala Hj Noormiliyani dan jajarannya gelar jumpa pers dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-61 Kabupaten Barito Kuala di Aula Selidah, Marabahan pada Rabu (2/12/2020).

Bupati Noormiliyani memaparkan sejumlah capaian kinerja Pemkab Batola selama setahun terakhir. Ia membuka ke khalayak atas progres pelaksanaan program kerja sesuai visi membangun desa menata kota, serta program prioritas lainnya.

Menurut dia, ketersediaan infrastruktur perdesaan terealisasi 72,81% dari target 60%; ketersediaan infrastruktur perkotaan terealisasi 52,72% dari target 45%; dan indeks kualitas lingkungan terealisasi 57,90% dari target 50,76%.

Di sektor pembangunan perekonomian yang didominasi pertanian, pendapatan perkapita masyarakat pada 2019 secara umum melonjak. Persentase pertumbuhan sektor pertanian terealisasi 4,20% dari target 1,78%; indeks gini terealisasi 0,34%; PDRB perkapita terealisasi Rp 25 juta dari target Rp 24,58 juta; dan pendapatan daerah terealisasi 145,97% dari target 14,50%.

Selanjutnya, Noormiliyani menjelaskan bidang pendidikan, kesehatan, dan perlakuan pada berbagai bidang sosial kemasyarakatan dan pengentasan kemiskinan demi kesejahteraan masyarakat.

Indikator program-program itu mengacu angka rata-rata lama sekolah terealisasi 12,34 tahun dari target 12,43 persen; angka harapan hidup terealisasi 65,73 tahun dari target 65,60 tahun; tingkat pengangguran tetap di angka 3,99%; dan tingkat kemiskinan diturunkan sampai angka 4,63%.

Dalam hal penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, indeks reformasi birokrasi di angka 60, indeks kepuasan masyarakat di angka 87, nilai akuntabilitas kinerja pemerintahan daerah mencapai 61, dan tingkat penyelesaian K3 (ketertiban, ketentraman, dan keindahan) 100%.

Atas sederet capaian itu, kata Noormiliyani, Pemkab Batola tetap mampu melaksanakan pengelolaan keuangan daerah sebagai energi utama pembangunan dengan kualifikasi wajar tanpa pengecualian (WTP).

Hal ini dibuktikan dengan LKPD (laporan keuangan pemerintah daerah) tahun 2019. Hasil audit BPK tahun 2020, Pemkab Batola mendapat predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

BACA JUGA  Posko Relawan Haji Denny-Haji Difri Dirusak Orang
Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

BKPM: Tanbu Butuh Pemimpin Muda untuk Akselerasi

Read Next

Penyadap Karet di Balangan Terdampak Banjir

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *