Pegiat Lingkungan Tanam Pohon di Goa Marmer

Pegiat lingkungan tanam pohon di area Goa Marmer, Kabupaten Tanah Laut, Kalsel pada Minggu (29/11/2020).

Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan lewat Kesatuan Pengelola Hutan Kabupaten Tanah Laut (TaLa) melakukan penanaman pohon di area Goa Marmer, Desa Sungai Bakar, Kecamatan Bajuin pada Minggu (29/11/2020).

Mereka bersama Kelompok Tani Hutan Sakatalu Berkarya dan didukung oleh Imam Suprastowo, Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, dan para pegiat lingkungan dari Cyber Adventure Indonesia– NGO lingkungan yang gencar kampanye penyelematan lingkungan melalui media teknologi informasi dan inisiator Gerakan Tanam dan Asuh Pohon.

Rahmat Riansyah, Kepala KPH Tanah Laut, menjelaskan pentingnya pohon dan hutan sebagai penyangga kehidupan. Menurut dia, kebutuhan oksigen manusia sangat bergantung dari oksigen yang dihasilkan oleh pohon. “Akan menjadi hal yang buruk bagi manusia jika pohon dan hutan habis dieksploitasi,” jelas Rahmat.

Imam Suprastowo menambahkan, jika dulu Kalimantan sangat bergantung pada hasil hutan, lalu hasil tambang, kini lambat laun kerusakan lingkungan tidak dapat diatasi lagi. Melalui kegiatan penanaman pohon, Rahmat berharap dapat menjadi sumbangsih bagi perbaikan lingkungan.

“Khususnya sebagai peninggalan buat anak cucu di masa depan,” tambah Imam Suprastowo.

Pegiat lingkungan di dalam Goa Marmer, Kabupaten Tanah Laut, Minggu (29/11/2020).

Pohon yang ditanam merupakan bibit unggul dari pembibitan milik KPH Tanah Laut, seperti durian, mangga, dan lengkeng. Penanaman pohon produktif ini bertujuan agar dapat diambil manfaat oleh masyarakat setempat, khususnya anggota kelompok tani hutan di wilayah Sungai Bakar.

KTH Sakatalu Berkarya merupakan kelompok petani hutan yang mengelola hutan seluas 200 hektare di wilayah Sungai Bakar Bajuin dengan jumlah anggota 50 orang.

Petani hutan binaan KPH Tanah Laut ini mengambil manfaat dari hutan yang ada berupa hasil hutan bukan kayu (HHBK) di antaranya madu kelulut yang sudah dikenal luas di wilayah Tanah Laut.

BACA JUGA  NasDem Banjar Minta Warga Coblos Paslon Manis

KTH akan menguatkan pelayanan pada sektor jasa lingkungan, yaitu mengembangkan potensi area Goa Marmer yang memiliki lebih 60 (enam puluh) goa alami.

Di akhir kegiatan, KTH Sakatalu bersama para pegiat lingkungan yang tergabung dalam NGO Cyber Adventure Indonesia, melakukan pemantauan dan pendataan beberapa potensi goa yang akan dijadikan destinasi jasa lingkungan.

Eka Prasetya Aneba, Head Project Officer Cyber Adventure Indonesia yang juga koordinator DPC Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Kabupaten Tanah Laut, memberikan arahan teknis pengelolaan destinasi wisata agar dapat dikenal luas oleh masyarakat baik lokal maupun nasional.

Dengan merangkul beberapa vendor pariwisata dan didaftarkan pada Asosiasi Wisata Goa Indonesia, kata Eka, area Goa Marmer Sungai Bakar dipastikan akan go-nasional. “Terlebih potensi goa yang belum terdata begitu banyak untuk dieksploitasi, sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan,” tutupnya.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Petani 3 Kabupaten di Kalsel Gabung SPI

Read Next

Musim Hujan, Ular Kobra Teror Banjarmasin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *