Ini Video Buaya Pemangsa Manusia di Kotabaru

buaya kotabaru

Penampakan buaya pemangsa manusia di aliran Sungai Nipah, Kotabaru pada Sabtu (28/11/2020). Istimewa

Seekor buaya terekam kamera sedang berenang menyusuri perairan Sungai Nipah, Desa Pantai, Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru pada Sabtu siang (28/11/2020).

Seorang saksi mata dari warga Desa Pantai, Khairul Sani, buaya sepanjang kira-kira 5 meter itu melintasi sekitaran tempat kejadian ketika menerkam korban Syamsi pada Kamis sore (26/11/2020). Syamsi diterkam oleh buaya di lingkungan RT 1 RW 1 Desa Pantai.

“Iya itu (video buaya, red) di tempat kejadian semalam,” kata Khairul Sani kepada banjarhits.com, Sabtu (28/11/2020).

Sani menuturkan perairan Sungai Nipah dan anak-anak sungai di Desa Pantai memang habitat populasi buaya muara. “Hampir sungai-sungai kecil di sini ada buaya. Habitatnya terlalu banyak,” Sani melanjutkan.

Setelah jatuh korban tewas akibat diterkam buaya, Sani berharap ada solusi kongkret di tengah keberadaan populasi buaya dan manusia. Ia meminta instansi teknis, baik BKSDA Kalsel, BPBD, dan Pemkab Kotabaru, segera mengambil langkah kongkret mencegah terjadinya korban lagi dari keberadaan buaya.

Seekor buaya menyusuri perairan Sungai Nipah, Desa Pantai, Kotabaru pada Sabtu (28/11/2020).

“Jangan sampai terjadi lagi seperti kemarin. Bagaimana dicarikan soluasi terbaiknya,” kata Khairul Sani.

Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan, Mahrus Ariyadi, mengatakan ada 20-30 ekor populasi buaya muara di kawasan Desa Pantai, Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru.

Pihaknya sudah sosialisasi dan pasang plang peringatan di lokasi kejadian. “Disana teridentifikasi 20-30 ekor buaya. Sudah sosialisasi dan pasang plang peringatan,” kata Mahrus Ariyadi.

Setelah dikonfirmasi banjarhits.com pada Sabtu (28/11), Mahrus Ariyadi meminta tim BKSDA Kalsel mengecek kejadian buaya menerkam manusia di Desa Pantai, Kecamatan Kelumpang Selatan. Pihaknya sudah menemui keluarga korban di rumah, dan langsung pasang plang peringatan di lokasi kejadian.

“Tim telah melakukan pengecekan ke TKP dan memberikan himbauan kembali, serta mengunjungi rumah duka untuk memberikan santunan,” kata Mahrus Ariyadi. BKSDA Kalsel tidak bisa merelokasi puluhan buaya karena habitatnya di perairan Sungai Nipah.

BACA JUGA  Ini 4 Kebutuhan Korban Kebakaran di Kotabaru
Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Waspada! Ada 30 Ekor Buaya Hidup di Desa Pantai

Read Next

Debat Kusir Haji Denny dan Sahbirin soal Energi Terbarukan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *