Divonis Bebas, Ini Rencana 2 Wanita Terdakwa Sabu Kotabaru

Ubay (kiri) dan Marlin pegang surat lepas di depan Lapas Kotabaru, Rabu malam (4/11/2020). Foto: Tim hukum

Dalam dua hari terakhir, sosok Siti Arbayah alias Ubay (34) dan Hairiamah alias Marlin (40), membetot perhatian khalayak di Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

Untuk sementara, dua sosok wanita terdakwa kasus narkoba, itu lolos dari hukuman pidana setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas II Kotabaru mengetuk vonis bebas saat sidang putusan, Rabu (4/11/2020). Setelah menghirup udara bebas, Ubay dan Marlin sudah punya rencana menata hidup ke depan.

Dituntut oleh jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Kotabaru 8 tahun, hakim justru mengetuk vonis bebas bagi terdakwa Ubay dan Marlin. Sebelum bebas demi hukum pada Rabu (4/11), mereka sudah mendekam di jeruji besi sejak 20 Februari 2020.

Ubay punya rencana membuka cafe. Namun, ia belum tahu modal awal yang dibutuhkan dan dimana lokasi cafe itu berdiri. “Rencana ke depannya mau toko apalah, mau buka cafe. Masih cari lokasinya di daerah Kotabaru jua. Itu saja pak,” kata Ubay kepada banjarhits.com, Jumat malam (6/11/2020).

Adapun Marlin hendak meneruskan bisnis jual beli bahan bakar minyak untuk nelayan. Sebelum dibui, Marlin sejatinya sudah menekuni bisnis ini sejak 2003. Alhasil, ia tak kesulitan merintis ketika hendak menekuni lagi bisnis jual beli BBM khusus nelayan tersebut.

“Kalau ulun pribadi, bisanya di minyak, pelangsir. Untuk nelayan, di daerah Rampa. Kalau ada orang pesan-pesan, kita ambilkan asalkan sesuai harga. Kita bisanya di minyak saja, yang lain kada bisa,” ucap Marlin.

Sidang putusan dipimpin oleh ketua majelis hakim Eko Murdani Yus Simanjuntak, dan dua hakim anggota Masmur Kaban dan Dias Rianingtyas. Putusan ini kontradiktif atas tuntutan JPU Kejari Kotabaru yang menuntut kedua terdakwa 8 tahun penjara.

BACA JUGA  Cara Pantomimer Galang Dana Kebakaran Kotabaru

Dua orang wanita itu terdakwa dugaan kasus kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu yang ditangkap Satresnarkoba Polres Kotabaru di Gunung Rely, Jalan Minapuri Desa Dirgahayu, Kecamatan Pulau Laut Utara pada 20 Februari 2020.

“Menyatakan bahwa terdakwa Hairiamah tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan 1 bukan tanaman,” demikian dikutip banjarhits.com dari petikan putusan PN Kotabaru, Rabu (4/11/2020).

Bunyi petikan itu sama terhadap terdakwa Siti Arbayah alias Ubay. Menurut kuasa hukum kedua terdakwa, M. Hafidz Halim, putusan ini membebaskan kedua terdakwa dari dakwaan tunggal jaksa penuntut umum. Dalam salinan yang sama, hakim memerintahkan kedua terdakwa dikeluarkan dari tahanan setelah putusan diucapkan; dan memulihkan hak-hak terdakwa, harkat, dan martabat.

Atas putusan ini, Kasipidum Kejaksaan Negeri Kotabaru Rizki Purbo Nugroho, langsung menyatakan permohonan kasasi. “Kita kasasi,” tulis Rizki.

Kedua terdakwa disidang dalam berkas terpisah. Siti Arbayah berkas perkara nomor 149/Pid.Sus/2020/PN ktb; dan Hairiamah berkas perkara nomor 153/Pid.Sus/2020/PN ktb.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Buronan Maling HP Ketangkap di Amsel

Read Next

Kemiripan Kasus Wartawan Diananta dan Jerinx SID

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *