Sikap Fraksi Rakyat Kalsel atas Kisruh Demo UU Ciptaker

Massa FRI Kalsel saat konferensi pers di Museum Wasaka, Jumat (6/11/2020). Foto: stringer/banjarhits.com

Aktivis mahasiswa dan lingkungan yang tergabung dalam Fraksi Rakyat Indonesia (FRI) Kalimantan Selatan, memberi pernyataan resmi atas kisruh demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di depan gedung DPRD Kalsel pada Kamis (5/11/2020).

Bertempat di halaman Museum Wasaka, Kota Banjarmasin pada Jumat (6/11/2020), FRI Kalsel menyatakan sikap sebagai berikut:

Polisi sejatinya menjadi salah satu aparat yang dapat menjaga masyarakat dari rasa resah, namun dari apa yang akhir-akhir ini terjadi malah sepertinya aparat kepolisian sendirilah yang membuat masyarakat resah. Tidak sedikitnya kasus kekerasan oleh aparat yang akhir-akhir ini terungkap hingga penangkapan-penangkapan aktivis dan masa aksi yang dianggap cukup brutal tanpa pernyataan yang jelas oleh pihak kepolisian.

Tepat pada hari Kamis 5 November 2020, elemen masyarakat sipil, BEM Se-Kalimantan Selatan dan para aktivis yang tergabung dalam koalisi Fraksi rakyat Indonesia (FRI) melakukan aksi lanjutan Penolakan Omnibus Law (UU Cipta Kerja) yang sudah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo Senin lalu pada 2 November 2020. Rencana yang sebelumnya sudah disepakati dan disampaikan kepada pihak terkait adalah aksi sidang rakyat dan juga menyampaikan tuntutan di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.

Kami hanya ingin menemui pihak legislatif untuk memfasilitasi tuntutan massa kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Adapun tuntutan yang akan kami disampaikan adalah sebagai berikut:

  1. Menuntut pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk menolak Omnibus Law (UU Cipta Kerja) dan tidak akan melaksanakan Omnibus Law (UU Cipta Kerja).
  2. Menuntut Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk bersikap secara tegas dan jelas dengan mengeluarkan surat resmi.
  3. Menuntut Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan membuat video penolakan Omnibus Law (UU Cipta Kerja) secara terbuka.

Alih-alih bertemu DPRD Kalimantan Selatan dan Pemprov Kalimantan Selatan saat aksi, kami sempat terjadi dorong-dorongan di lokasi blokade aparat. Lalu, sekitar pukul 11.00 Wita, polisi mengamankan koordinator aksi saudara M. Iqbal Hambali. Pengamanan koordinator aksi ini menuai aksi massa untuk membebaskan Iqbal, dan kembali terjadi dorong-dorongan massa aksi dengan aparat keamanan.

Kami dari elemen masyarakat sipil, BEM Se-Kalimantan Selatan dan para aktivis yang tergabung dalam koalisi Fraksi Rakyat Indonesia (FRI), sepakat mundur ke Taman Kamboja Banjarmasin untuk koordinasi kembali. Sekitar pukul 12.00 Wita, kami memutuskan beralih ke Mapolda Kalimantan Selatan untuk membebaskan kordinator lapangan aksi yaitu M Iqbal Hambali. Namun disambut arogansi dan tindakan represif oleh oknum aparat keamanan di depan Polda Kalimantan Selatan.

Adapun massa aksi kami mendapat tindakan represif pada saat aksi di depan kantor DPRD Kalimantan Selatan. Kami mendapat tindakan kekerasan dalam bentuk tendangan di bagian belakang badan dari oknum aparat saat duduk di sekitar lokasi aksi. Bukan hanya itu, satu orang massa aksi kami juga mendapat tindakan represif dengan bentuk kekerasan yaitu dicekik dibagian lehernya.

Demokrasi sendiri adalah kegaduhan dari rakyat yang menganggap kebijakan yang telah dilaksanakan tidak berpihak pada rakyat. Amanat konstitusi jelas menyatakan pada Pasal 28 UU 1945, dan adanya UU Nomor 9 Tahun 1998 Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum.

Namun, jika dalam berjalannya demokrasi hanya boleh dilakukan oleh segelintir orang saja bahwa ini adalah bentuk kemunduran dan pengkhianatan terhadap Reformasi yang telah diperjuangkan. Kita telah berada di era digital yang lalu lintas informasinya begitu cepat, namun ketika rakyat turun ke jalan artinya sudah ada yang keliru pada kebijakan.

Elemen rakyat yang berjuang untuk reformasi pun bukan hanya dari golongan mahasiswa, namun juga ada aktivis, jurnalis, pelajar, petani, nelayan, buruh dan masyarakat adat.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

5 Sikap Bela Nabi di Banjarmasin atas Presiden Prancis

Read Next

Buronan Maling HP Ketangkap di Amsel

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *