5 Sikap Bela Nabi di Banjarmasin atas Presiden Prancis

Massa Bela Nabi di depan DPRD Kalsel, Jumat (6/11/2020). Foto: stringer/banjarhits.com

Perancis telah menjadi musuh bersama bagi negara-negara berpenduduk Muslim. Hal ini dimulai dari pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron hingga munculnya lagi karikatur Nabi Muhammad di koran satir Charlie Hebdo.

Demonstrasi menentang Macron marak di sejumlah negara, di sejumlah negara seperti Bangladesh, Kuwait, Qatar dan Turki. Demikian seruan boikot atas produk Perancis yang diharapkan berdampak pada ekonomi negeri itu yang tengah resesi. (https://www.cnbcindonesia.com/news/20201028114702-4-197684/sederet-aksi-prancis-yang-dianggap-menghina-islam).

Pada awal September, koran satir Prancis, Charlie Hebdo, mencetak ulang karikatur Nabi Muhammad. Langkah itu dilakukan sehari sebelum persidangan untuk mengadili tersangka pelaku yang menyerang kantor mereka pada 2015 digelar.

Gambar sampul Charlie Hebdo tersebut merupakan karikatur yang pertama kali diterbitkan harian Denmark Jyllands-Posten pada 2005. Charlie Hebdo kemudian mencetak ulang gambar itu pada 2006.

Macron, pada awal September 2020, mengajukan UU untuk ‘separatisme Islam’ di negara yang ia pimpin. Ia juga berujar bahwa “Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia”.

Selanjutnya ia juga menganggap enteng masalah karikatur Nabi yang dikeluarkan oleh Charlie Hebdo. Ia mengaku tak bisa mengekang karena kebebasan berekspresi. Bahkan dia memerintahkan memasang karikatur Nabi SAW secara terbuka di berbagai gedung pemerintahan Perancis.

Terkait dengan berbagai fakta ini, maka Forum Silaturahim Majelis Ta’lim Banjarmasin menyatakan :

  1. Mengutuk keras penghinaan Nabi SAW melalui pemuatan karikatur Nabi SAW di majalah Charlie Hebdo dan pemasangan karikatur tersebut secara terbuka di berbagai gedung pemerintahan Perancis.
  2. Menuntut hukuman mati bagi para penghina Nabi Muhammad SAW sebagaimana ketentuan syariat Islam.
  3. Menuntut pemutusan hubungan diplomatik dan pengusiran duta besar Perancis dan sekaligus mengajak umat untuk memboikot produk-produk Perancis.
  4. Tidak cukup dengan hanya memboikot produk, namun juga dengan mencampakkan produk pemikiran Barat seperti paham demokrasi, karena sesungguhnya kebebasan berpendapat dalam demokrasi adalah ilusi ketika berkaitan dengan aspirasi Islam dan kaum muslimin. Demikian pula agar kaum muslimin mencampakkan paham sekularisme, kapitalisme, liberalisme, HAM, pluralisme, dan nasionalisme sebagai produk pemikiran Barat yang bertentangan dengan ajaran Islam.
  5. Menyerukan kepada seluruh komponen umat Islam untuk menegakkan Islam Kaffah dalam bingkai Khilafah. Karena inilah kemuliaan yang hakiki, yang merupakan bukti kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW. Khilafah inilah yang akan menjadi pelindung hakiki umat dalam menghadapi berbagai permasalahan yang terjadi.
    Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashir.
BACA JUGA  Muslim di Banjarmasin Aksi Melindas Poster Presiden Prancis

Banjarmasin, Jumat, 20 Rabiul Awwal 1442 H / 6 November 2020 M
Koordinator Forum Silaturahim Majelis Ta’lim Banjarmasin
Ahmad Zaini, S.Pd.I

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Umat Islam di Banjarmasin Aksi Bela Nabi

Read Next

Sikap Fraksi Rakyat Kalsel atas Kisruh Demo UU Ciptaker

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *