Melihat Rumah Ubay, Wanita Terdakwa Narkoba Kotabaru Divonis Bebas

Ubay (kaos kuning), saat tiba di rumahnya, Kamis siang (5/11/2020). Foto: Tim hukum

Siti Arbayah alias Ubay (34) sumringah ketika pulang ke rumahnya di lingkungan Jalan Minapuri RT 22/RW 005 (Gunung Reli), Desa Dirgahayu, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru pada Kamis siang (5/11/2020).

Kedatangan Ubay disambut isak tangis haru keluarga dan tetangganya. Sejak ditangkap pada 20 Februari 2020, Ubay baru kali ini menginjakkan kaki di rumahnya yang sangat sederhana itu. Ubay ditemani Hairiamah alias Marlin.

Ya, rumah milik Ubay serba berdinding papan kayu. Jauh dari kesan megah. “Senang sekali bebas,” kata Ubay saat ditanya kuasa hukumnya, M. Hafidz Halim.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, mengetuk vonis bebas terhadap terdakwa Siti Arbayah alias Ubay (34) dan Hairiamah alias Marlin (40) saat sidang putusan, Rabu (4/11/2020).

Sidang dipimpin oleh ketua majelis hakim Eko Murdani Yus Simanjuntak, dan dua hakim anggota Masmur Kaban dan Dias Rianingtyas. Putusan ini kontradiktif atas tuntutan JPU Kejari Kotabaru yang menuntut kedua terdakwa 8 tahun penjara.

Dua orang wanita itu terdakwa dugaan kasus kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu yang ditangkap Satresnarkoba Polres Kotabaru di Gunung Rely, Jalan Minapuri Desa Dirgahayu, Kecamatan Pulau Laut Utara pada 20 Februari 2020.

Siti Arbayah alias Ubay tiba di rumahnya di Desa Dirgahayau, Kotabaru, Kamis (5/11/2020).

“Menyatakan bahwa terdakwa Hairiamah tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan 1 bukan tanaman,” demikian dikutip banjarhits.com dari petikan putusan PN Kotabaru, Rabu (4/11/2020).

Bunyi petikan itu sama terhadap terdakwa Siti Arbayah alias Ubay. Menurut kuasa hukum kedua terdakwa, M. Hafidz Halim, putusan ini membebaskan kedua terdakwa dari dakwaan tunggal jaksa penuntut umum. Dalam salinan yang sama, hakim memerintahkan kedua terdakwa dikeluarkan dari tahanan setelah putusan diucapkan; dan memulihkan hak-hak terdakwa, harkat, dan martabat.

BACA JUGA  Kunjungi Kalsel, Kapolri dan Panglima TNI Kenalkan Tracer Digital

Atas putusan ini, Kasipidum Kejaksaan Negeri Kotabaru Rizki Purbo Nugroho, langsung menyatakan permohonan kasasi. “Kita kasasi,” tulis Rizki.

Kedua terdakwa disidang dalam berkas terpisah. Siti Arbayah berkas perkara nomor 149/Pid.Sus/2020/PN ktb; dan Hairiamah berkas perkara nomor 153/Pid.Sus/2020/PN ktb.

Dalam persidangan terungkap, seperti dikutip sentral14.id, kasus sabu berantai ini berawal dari tertangkapnya Fitriadi dan Samsul (tak diketahui). Setelah dikembangkan, Fitriadi mengaku beli satu paket sabu kepada terdakwa Zulhaidir pada 19 Februari 2020.

Adapun Zulhaidir mengaku beli sabu-sabu dari seseorang bernama Farid (tak diketahui). Dikembangkan lagi, Zulhaidir beli sabu dari terdakwa Ubay dan Marlin pada 17 Februari 2020.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Demo UU Ciptaker, Mahasiswa Jemput Korlap yang Diciduk Polda Kalsel

Read Next

Fraksi Rakyat Laporkan Oknum Polisi Represif ke Polda Kalsel

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *