Pemprov Kalsel Janjikan Traktor ke Petani Desa Panggalaman

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman saat hadir di tengah petani di Desa Panggalaman, Kabupaten Banjar pada Sabtu (31/10/2020). Foto: banjarhits.com

Puluhan petani di Desa Panggalaman, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, menyampaikan berbagai permohonan secara langsung kepada Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalimantan Selatan, Ir. Syamsir Rahman.

Syamsir datang ke acara pendeklarasian Kawasan Daulat Pangan (KDP) yang digelar oleh Serikat Petani Indonesia Kalimantan Selatan di Desa Panggalaman Kecamatan Martapura Barat, Sabtu (31/10/2020).

Usai memberikan testimoni dan ucapan selamat atas pendeklarasian Kawasan Daulat Pangan, Syamsir Rahman yang datang terlambat itu, langsung membuka dialog bersama petani.

“Saya sangat senang bisa hadir diacara ini dan mohon maaf karena datang terlambat. Sebenarnya pengen berangkat diawal namun, ada teman yang meninggal dunia,” ujar Syamsir Rahman kepada banjarhits.com.

Para petani langung mencecar Syamsir Rahman dengan berbagai keluhan dan permohonan. Petani mengeluhkan infrastruktur jalan yang rusak parah di sebagian ruas jalan Desa Sungai Batang, Desa Panggalaman, dan Desa Sungai Rangas.

Selain itu, petani meminta subsidi pupuk kimia dialihkan ke organik, traktor rotari, dan mesin panen combine.

“Sudah 6 kali pergantian kepala desa, namun akses jalan di sebagian ruas jalan Desa Sungai Batang, Sungai Rangas dan Desa Panggalaman ini rusak parah. Jika dimusim hujan ruas jalan yang bergelombang dan berlobang tersebut digenangi air. Mohon pak kepala dinas bisa bantu memperjuangkan agar jalan ini beraspal,” ujar ketua kelompok tani, Sarjan.

Petugas Pelaksana Lapangan (PPL) Panggalaman, Noor Afiat mewakili suara petani memohon agar Pemprov Kalsel bisa menghibahkan traktor rotari dan mesin combine sebagai alat penunjang pertanian.

“Kami berharap kepada pemerintah agar kami bisa mendapatkan hibah berupa handtraktor dan comben sebagai alat penunjang pertanian disini,” ujar Noor Afiat.

Terkait permohonan alat penunjang pertanian seperti handtraktor, Syamsir berjanji segera memberikan atau menghibahkannya kepada petani setempat. Sedangkan untuk alat panen padi combine, hanya bersifat pinjam pakai.

BACA JUGA  Pengaduan ke DKPP Tidak Pengaruhi Kerja Bawaslu Kotabaru

“Kita akan cek di gudang, apabila masih ada stok handtraktor, kita akan segera drop ke sini,” tegas Syamsir.

Syamsir akan berkoordinasi dengan tim atau dinas teknis di Kabupaten Banjar yang memiliki kewenangan terkait infrastruktur jalan rusak parah tersebut. Menurutnya, akses jalan ini sangat penting khususnya bagi petani.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

M Reza Fahlipi

Penulis

Read Previous

3 Hari, P2B Kalsel Galang Donasi Korban Kebakaran Kotabaru

Read Next

Keluhan Bocah Korban Kebakaran Hebat di Kotabaru

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *