Kata Saksi Kunci Video Dugaan Politik Uang Bupati Kotabaru

Screenshot rekaman yang menampilkan si perekam, Juhai. Foto: istimewa

Rekaman video dugaan politik uang yang dilakukan Bupati Kotabaru, Sayed Jafar Alaydrus (SJA), beredar luas ke masyarakat. Rekaman digital ini dijadikan bukti oleh tim hukum paslon Bupati dan Wabup Kotabaru, Burhanudin – Bahrudin (2BHD) untuk melapor ke Bawaslu Kotabaru.

Saksi kunci perekam video ini bernama Juhai, warga Pulau Sebuku. Wartawan banjarhits.com mengontak Juhai untuk wawancara ihwal motif perekaman video saat Bupati Sayed Jafar menemui warga RT 5 Kampung Tengah, Desa Sekapung, Kecamatan Pulau Sebuku.

Apa benar Anda yang merekam video tersebut?

Iya, benar.

Apa maksud Anda merekam?

Biar masyarakat sini tahu Bupati datang ke sini bagi-bagi rejeki begitu. Tapi tim suksesnya mengatakan tolong pilih diingat nomor 1, itu saja. Jadi saya posting itu biar masyarakat tahu, inilah yang dilakukan Pak Sayed Jafar bersama tim suksesnya, sesuai rekaman di video itu. Kalau masalah Pak BHD mempermasalah ini, yang dianggap kecurangan lah, terserah. Saya hanya mengatakan seperti itu. Kalau untuk jadi saksi, tidak ada kompromi, belum tentu saya mau jadi saksi. Saya hanya merekam untuk masyarakat Sungai Bali, yang mana khususnya untuk pendukung BHD, termasuk saya pendukung BHD. Tapi saya tetap berteman tim suksesnya Pak Sayed Jafar, namanya kita bersaing, bersaing, teman ya teman. Sportif saja, masing-masing hati nurani kan. Saya tetap BHD, siapapun perlu bukti, saat pencoblosan, saya BHD.

Waktu itu (perekaman) tanggal berapa?

Tanggalnya lupa nah.

Tanggal 21 Oktober ya?

Iya, kalau enggak salah.

Beliau (Pak Sayed) dalam rangka apa ke sana? Kunjungan dinas atau apa?

Kalau saya tidak begitu tahu. Saya pas di Tanjung Mangkok jalan-jalan, santai, disitu ada Haji Amat. Dia panggil, ayo sini ikut, jalan-jalan. Lama enggak ketemu Amat, Amat ini kan teman juga. Ayo ikut jalan-jalan daripada duduk-duduk, bilangnya kan. Saya ikut saja. Kalau tujuan kampanye, saya tidak mengatakan tujuan kampanye atau tujuannya apa untuk segala macam, ndak ada. Saya enggak tanya seperti itu. Saya cuma ikut, jalan. Itu saja, kebetulan tujuannya ke kampung keluarga saya.

Saat itu bupati kampanye atau tidak? Atau cuma menyapa warga?

BACA JUGA  Permintaan LBH Pers Terhadap Kapolri Baru

Kalau yang bagi uang di pinggir jalan itu ya menyapa warga.

Menyapa warga, tapi tim suksesnya bilang tolong coblos nomor 1 begitu?

Kalau bupatinya enggak mengatakan apa-apa. Yang saya tahu, saya dengar, saya kan enggak terlalu dekat. Hanya sedekat saat sewaktu saya ngambil rekaman saja. Jadi apa yang dibicarakan bupati sama masyarakat yang mengasih uang itu, saya tidak dengar, saya tidak tahu. Cuma yang saya dengar setelah di mobil, kaya Haji Amat teriak. Bukan teriak, berteriak kasar lah. Tolong bu lah, nomor satu, jangan lupa nomor satu, itu saja. Bupati tidak mengatakan apa-apa. Mungkin saya saja yang mengatakan di Facebook, mungkin bupati datang kasih duit bagi-bagi rezeki karena masyarakatnya. Bupati kan banyak uang, jadi wajar datang bagi-bagi rejeki.

Saat itu di desa mana tempatnya?

Kampung Tengah, Desa Sekapung, Kecamatan Pulau Sebuku.

Anda siap dipanggil jadi saksi?

O ndak. Ngapain jadi saksi? Saya tujuannya itu untuk bukan berarti jadi saksi. Saya yang posting.

Informasi yang saya dapat, Anda akan dijadikan saksi karena Anda yang merekam itu?

Siapa bilang? Kalaunya ingin menjadikan saya saksi, sebelumnya ketemu saya dulu. Siapa BHD? Orangnya saja ndak kenal. Siapa tim sukses-tim suksesnya di sini. Saya hanya tahu Haji Lamok, tim suksesnya itu. Kalau memang ingin menjadikan saksi, kenalan dulu sama saya. Bicara dulu sama saya, mau enggak saya? Terus kalau mengangkat kasus ini tujuannya apa? Biar saya jelas. Jadi disitu ada persamaan pembicaraan. Saya tujuannya bukan berarti untuk mempermasalahkan dengan, katakanlah kecurangan Sayed Jafar. Lalu untuk tujuan saya memposting itu membantu BHD, bukan. Saya memposting untuk masyarakat biar matanya melihat. Bupati ini menang karena apa? Bupati ini kalah karena apa? Apakah kita ini membantu orang yang bagi duit. Atau membantu orang yang calon ini benar-benar hati nurani, sifatnya baik untuk masyarakat kita. Biar masyarakat melihat dan tahu.

Intinya Anda tidak siap jadi saksi?

BACA JUGA  Bamboo Rafting, Olahraga Minat Khusus Asal Loksado

Belum siap, enggak ada pembicaraan.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Video Dugaan Politik Uang Bupati Kotabaru Diusut

Read Next

Walhi Kalsel Dukung Kawasan Daulat Pangan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *