Bawaslu Kalsel Periksa Pejabat Pemprov dan Wartawan

Kepala Bappeda Kalsel Nurul Fajar Desira di kantor Bawaslu Kalsel, Sabtu (31/10/2020). Foto: istimewa

Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Kalimantan Selatan memanggil beberapa pihak guna meminta klarifikasi atas laporan dari tim hukum cagub dan cawagub Kalsel H Denny Indrayana – H Difriadi Darjat (H2D), Sabtu (31/10/2020).

Bawaslu memanggil jurnalis yang meliput kegiatan Pemprov Kalsel yang telah menggelontor dana hibah jaring pengaman sosial (JPS) mencapai Rp 19 miliar pada medio Mei 2020.

Muhammad Roby, salah satu jurnalis yang diminati klarifikasi Bawaslu Kalsel. Ia memenuhi panggilan untuk menjawab perihal berita yang dituliskannya pada medio Mei 2020.

Dia menyayangkan pemangilan dirinya secara personal, sebagai kapasitasnya sebagai jurnalis, bukan malah memanggil pucuk pimpinan redaksi.

Sementara redaktur pelaksana Apahabar.com yang turut mendampingi Roby, Fariz Fadillah, menyebut dalam tataran jurnalistik, berita melewati serangkaian proses, seperti perencanaan, wawancara, pengolahan data, penulisan, penyuntingan hingga pendistribusian berita.

Wartawan M Robby yang memenuhi panggilan Bawaslu Kalsel, Sabtu (31/10/2020). Foto: istimewa

“Seharusnya yang dipanggil itu, penanggung jawab redaksi. Ini pemanggilan yang kedua kalinya, jurnalis dimintai keterangan. Pertama Bawaslu Kota Banjarmasin memanggil ASN di Pilwali Banjarmasin, yang kedua hari ini,” ujar Fariz.

Dia mengkhawatirkan pemanggilan ini akan menjadi ketakutan-ketakutan bagi jurnalis yang bertugas di lapangan. Sebab setiap karya jurnalistik yang diterbitkan akan berdampak di kemudian hari.

“Ini akan menjadi preseden buruk, ketika Bawaslu tidak memahami kapasitas jurnalis,” ungkap koordinator Divisi Advokasi AJI Balikpapan ini.

Harusnya Bawaslu, kata Fariz, jika menemukan kekeliruan pemberitaan harus menggunakan hak jawab maupun hak klarifikasi, bukan malah memanggil jurnalis.

Dia mengatakan Bawaslu sebenarnya masih ingin memanggil lagi jurnalis Apahabar.com, untuk memperdalam dugaan pelanggaran yang dilaporkan tim hukum H2D.

Namun, Fariz menolak pemanggilan kedua. Sebab khawatir akan menjadikan pemberitaan selanjutnya tidak akan objektif. “Jurnalis itu tidak memihak, harus objektif dalam setiap pemberitaan,” tandasnya.

BACA JUGA  Di Kalsel, Pasien Corona yang Meninggal 578 Jiwa

Bawaslu Kalsel turut memeriksa beberapa pejabat Pemprov Kalsel. Terpantau di kantor Bawaslu Kalsel sejumlah pejabat Pemprov Kalsel masuk ruangan untuk menjalani pemeriksaan.

Para pejabat ini di antaranya, Kadisdik Pemprov Kalsel Muhammad Yusuf Effendi; Kepala Bappeda Kalsel, Fajar Desira; Kabiro Humas Pemprov Kalsel Kurnadiansyah; Kadinsos Kalsel, Siti Nuriyani; dan lainnya.

Bawaslu Kalsel periksa sejumlah pejabat di lingkup Pemprov Kalsel terkait dugaan pelanggaran pemilu Paslon Gubernur Kalsel Petahana Nomor Urut 1 H Sahbirin Noor – H Muhidin, Sabtu (31/10/2020).

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Ini 4 Kebutuhan Korban Kebakaran di Kotabaru

Read Next

Di Kalsel, Desa Panggalaman Jadi Kawasan Daulat Pangan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *