Jual Obat Tanpa Izin, Pria di Barabai Ditangkap

SAR, penjual obat-obatan tanpa izin di Barabai. Foto: Polres HST

Penindakan oleh Sat Resnarkoba Polres Hulu Sungai Tengah yang dipimpin langsung Kasat Res Narkoba Iptu Lamris Manurung bersama Jhon Lee Cs, mengungkap peredaran obat tanpa izin. Pelaku yang ditangkap berinisial SAR (43 tahun).

Kapolres HST AKBP Danang Widaryanto lewat Ps. Paur Subbaghumas Aipda M. Husaini mengatakan penangkapan SAR di rumahnya di Desa Mandingin RT 015 Kecamatan Barabai pada pukul 13.00 wita, Rabu (28/10/2020). SAR ditangkap atas dugaan menjual obat-obatan tanpa izin sebagaimana dimaksud Pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa di Desa Mandingin sering terjadi transaksi jual beli obat jenis Seledryl dan Samcodin,” ujar Aipda Husaini kepada banjarhits.com, Kamis (29/10/2020).

Kemudian dilakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan SAR dengan barang bukti berupa tiga kotak kardus warna coklat yang berisi 100 box 36.000 butir obat jenis Seledryl, 35 box 4.200 butir obat jenis Seledryl, 6 box 600 butir obat Samcodin, 10 kotak (240 botol) alkohol Tjap Gadjah 95% isi 100 ml, 19 botol alkohol Tjap Gadjah 95% isi 300 ml, 5 kotak (120 botol) alkohol merk Nova 70% isi 300 ml, dan 1 kotak (100 botol) alkohol merk Nova 70% isi 100 ml.

Barang bukti berikutnya ada 3 lembar karung warna putih, 1 kotak kardus warna cokelat, 3 kotak bungkus obat Seledryl, 1 buah kotak bungkus obat Samcodin, 30 (tiga puluh) lembar petunjuk pemakaian obat Seledryl, uang tunai Rp 810.000, satu buah ponsel, satu unit mobil Daihatsu DA 7051, beserta 1 (satu) lembar STNK.

“Selanjutnya Pelaku dan Barang bukti dibawa ke Polres Hulu Sungai Tengah guna penyidikan lebih lanjut. Mengucapkan terimakasih atas peran serta masyarakat sehingga peredaran obat terlarang dapat di ungkap,” kata Aipda Husaini.

BACA JUGA  Pelindo III Regional Kalimantan Bersiap Hadapi Nataru

Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para remaja agar jangan coba-coba dan mengkonsumsi barang haram tersebut. Karena akan berdampak buruk terhadap kesehatan dan keluarga. “Kita tidak akan bosan untuk memberantas peredaran obat terlarang di Kabupaten HST.”

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Pilkades di Batola Bersiap Pakai E-Voting

Read Next

Pasien Covid-19 Meninggal di Batola Jadi 10 Orang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *