Sumpah Pemuda, Polda Kalsel Kirimi Surat ke 3 Aktivis

Mahasiswa dan aktivis gelar mimbar bebas di bundaran Hotel A Banjarmasin, Rabu sore (28/10/2020). Foto: banjarhits.com

Penyidik Direktorat Reskrimum Polda Kalimantan Selatan memanggil dan memeriksa tiga orang dari aktivis kampus dan aktivis lingkungan penolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. Panggilan ini melengkapi keterangan saksi-saksi lain yang lebih dulu diperiksa sebelumnya.

Juru bicara Serikat Petani Indonesia (SPI) Kalimantan Selatan, M. Reza Fahlipi, berkata polisi memeriksa tiga orang bernama Fahrianoor (aktivis ELSIST UIN Antasari), Aji (mahasiswa STIH Sultan Adam), dan Kisworo Dwi Cahyono (Direktur Eksekutif Walhi Kalimantan Selatan) pada Rabu sore (28/10/2020).

“Dipanggil hari ini terkait perlawanan Omnibus Law ada tiga orang, yakni Kisworo Dwi Cahyono, Aken (Fahrianoor, red), dan Aji,” kata Reza Fahlipi kepada banjarhits.com, Rabu sore (28/10/2020).

Menurut dia, ketiga orang ini mendapat surat panggilan polisi saat ikut aksi mimbar bebas Hari Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Arum Banjarmasin, Rabu sore. “Surat panggilan diterima sesaat sebelum waktu aksi,” ujar Reza Fahlipi.

Puluhan mahasiswa lintas kampus dan aktivis di Kota Banjarmasin gelar mimbar bebas di Bundaran Hotel Arum, Jalan Pangeran Samudera, Kota Banjarmasin pada Rabu sore (28/10/2020).

Massa bergantian menyuarakan berbagai sikap atas isu-isu kebangsaan, seperti penolakan UU Cipta Kerja, keluhan kinerja polisi, dan kriminalisasi pers terhadap eks pemimpin redaksi banjarhits.id, Diananta Putra Sumedi.

“Salah satu orator lintas mahasiswa menyampaikan protes terhadap kinerja kepolisian, yang mana garis besarnya mengkriminalisasi terkait kriminalisasi jurnalis dari luar Kalimantan, yaitu Diananta Putra Sumedi. Orator juga protes kebijakan-kebijakan pemerintah, yang mana terkesan membiarkan terjadinya keanjlokan harga komoditas petani,” kata Reza.

Menurut Reza, petani banyak dirugikan atas terbitnya Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Koreksi: narasumber meluruskan pemberitaan bahwa tiga aktivis ini dikirimi surat Polda Kalsel, belum diperiksa pada Rabu (28/10/2020). Judal sudah diganti. Redaksi mohon maaf atas keterangan narasumber.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Sumpah Pemuda, 2 ‘Tersangka’ Mahasiswa Ikut Mimbar Bebas

Read Next

Kapolres HSU: Selamat Hari Sumpah Pemuda

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *