Posting HTI, Despianoor Divonis 2 Tahun 6 Bulan

Terdakwa ITE, Despianoor Wardani di dalam Rutan Polres Kotabaru. Foto: LBH Pelita Umat

Majelis hakim Pengadilan Negeri Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, menjatuhkan vonis pidana 2 tahun 6 bulan, dan denda Rp 20 juta subsider 2 bulan kurungan terhadap terdakwa kasus Informasi dan Transaksi Elektronik, Despianoor Wardani.

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kotabaru 5 tahun plus denda Rp 20 juta subsider 3 bulan kurungan. Sidang dipimpin ketua majelis Christina Endarwati dan dua hakim anggota.

“Despianoor putusan 2 tahun 6 bulan, denda Rp 20 juta subsider 2 bulan kurungan. Sikap terdakwa dan penuntut umum pikir-pikir,” demikian pesan Kasipidum Kejari Kotabaru, Rizki Purbo Nugroho kepada banjarhits.com, Senin (26/10/2020).

Menurut Rizki, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi ahli, ahli, surat, bukti elektronik, terdakwa telah memenuhi unsur-unsur sebagaimana dakwaan. Kemudian berdasarkan pemeriksaan sampai tuntutan itu banyak hal memberatkan terdakwa Despianoor.

“Dan sedikit yang meringankan. Efek perbuatan juga menjadi perhatian publik secara luas,” kata Rizki.

Ia pun menyesalkan perkawa Despianoor dibawa ke sentimen agama. “Perkara Despi ini entah siapa mengolah jadinya melibatkan sentimen agama seperti ini. Padahal sejak awal kita pure ingin membuktikan dakwaan. Tapi wajarlah selalu ada pihak yang ingin membenturkan satu dengan lainnya,” kata jaksa Rizki Purbo Nugroho.

Terdakwa sejatinya sempat bebas saat sidang putusan sela pada Rabu (9/9/2020). Majelis hakim PN Kotabaru yang diketuai Christina Endarwati serta hakim anggota Meir Elisabeth Batara Randa dan Eko Mardani Indra Yus, sepakat mengabulkan eksepsi kuasa hukum Despi. Saat itu, Despi didakwa pasal 155 KUHP.

Selain KUHP, jaksa mendakwa Despi pakai Pasal 45A Ayat 2 UU ITE. Drama permasalahan hukum yang dihadapi Despianoor bermula dari artikel yang diposting melalui akun facebook https://web.facebook.com/despii.

Terdakwa menguplod artikel di antaranya: (1) Menolak Papua Lepas dari Indonesia; (2) HTI Menolak Kenaikan BBM; (3) HTI Menolak Kenaikan Tarif Dasar Listrik; (4) HTI Menolak Asing Kelola SDA Indonesia; (5) HTI Tolak LGBT; (6) HTI Tolak Liberalisasi Migas; (7) Solidaritas HTI Terhadap Muslim Suriah; (8) Aksi HTI tolak Komunis; (9) Aksi HTI Solidaritas Muslim Rohingya; (10) HTI Tolak Negara Penjajah Amerika; (11) Menolak Pemerintah Lepas Tangan Soal Kesehatan; (12) HTI Sadarkan umat tentang Khilafah; dan (13) HTI Menolak Perdagangan yang merugikan Rakyat.

BACA JUGA  Selain Pintar Ngaji, Ini Keahlian Despianoor di Penjara
Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Polda Kalsel Periksa Mahasiswa dan Wakil Rektor

Read Next

Diperiksa Polda Kalsel, 2 Mahasiswa Masih Saksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *