Divonis Penjara 2 Tahun, Despianoor: Fine-fine Saja

Sidang secara online kasus ITE terdakwa Despianoor Wardani. Foto: LBH Pelita Umat

Kuasa hukum dari terdakwa Despianoor Wardani, Janif Zulfikar, berkata pihaknya akan menempuh upaya hukum banding atas vonis pidana 2 tahun 6 bulan.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, mengetuk vonis pidana 2 tahun 6 bulan dan denda Rp 20 juta subsider 2 bulan kurungan terhadap Despianoor saat sidang putusan pada Senin (26/10/2020).

“Kami akan melakukan perlawanan hukum, naik banding ke pengadilan lebih tinggi. Upaya ini kami lakukan bukan semata-mata membebaskan Despianoor, tapi upaya ini supaya dakwah Islam tidak lagi dikriminalisasi di negeri ini,” kata Janif Zulfikar kepada wartawan di Kotabaru, Senin (26/10/2020).

Menurut dia, negara Indonesia yang mayoritas Islam, tidak boleh ada kriminalisasi terhadap dakwah atau syiar ajaran Islam. Oleh karena itu, pihaknya perlu melawan putusan PN Kotabaru karena prinsip yang tidak boleh diabaikan.

“Prinsip ini kita pegang teguh. Bahwa dakwah Islam dilindungi konstitusi. Dakwa Islam untuk menyadarkan umat Islam agar tidak melakukan perbuatan munkar, dan beramal soleh kehidupan sehari-hari. Prinsip itu yang kami jaga,” kata Janif.

Ia berharap Allah SWT akan memberi kemenangan atas dakwah Islam.

Adapun respons Despianoor atas vonis tersebut, Janif menyebut bahwa kliennya sudah terbiasa. Menurut Janif, Despianoor punya mental kuat, sehingga tidak khawatir berapapun vonis yang diterima.

“Mau 2 tahun, 2 tahun setengah, 3 tahun, 4 tahun, ini tidak jadi masalah buat Despi. Karena Despi orangnya sangat kuat mentalnya, enggak perlu khawatirkan. Yang kita khawatirkan kenapa dakwah Islam dikriminalisasi di negeri ini. Mengenai Despi, mau hukuman berapa saja, fine-fine saja, enggak ada masalah. Dia di dalam itu justru jadi medan dakwah selanjutnya. Dia mengajak tahanan atau warga binaan untuk amar maruf nahi munkar,” kata Janif Zulfikar.

BACA JUGA  Pemilik Warung Ketangkap Jual Obat Ilegal

Ustad Ahmad Sandi Syarifudin berkata vonis tersebut bukan keburukan bagi Despianoor. Ia meyakini Allah SWT akan memberikan hikmah kepada Despi.

“Kita semua maklum, status Despi itu dakwah, dakwah Islam yang disharenya. Tidak ada yang bermasalah. Despi seorag Wali Allah SWT,” ujar Ustad Ahmad Sandi.

Terdakwa sejatinya sempat bebas saat sidang putusan sela pada Rabu (9/9/2020). Majelis hakim PN Kotabaru yang diketuai Christina Endarwati serta hakim anggota Meir Elisabeth Batara Randa dan Eko Mardani Indra Yus, sepakat mengabulkan eksepsi kuasa hukum Despi. Saat itu, Despi didakwa pasal 155 KUHP.

Selain KUHP, jaksa mendakwa Despi pakai Pasal 45A Ayat 2 UU ITE. Drama permasalahan hukum yang dihadapi Despianoor bermula dari artikel yang diposting melalui akun facebook https://web.facebook.com/despii.

Terdakwa menguplod artikel di antaranya: (1) Menolak Papua Lepas dari Indonesia; (2) HTI Menolak Kenaikan BBM; (3) HTI Menolak Kenaikan Tarif Dasar Listrik; (4) HTI Menolak Asing Kelola SDA Indonesia; (5) HTI Tolak LGBT; (6) HTI Tolak Liberalisasi Migas; (7) Solidaritas HTI Terhadap Muslim Suriah; (8) Aksi HTI tolak Komunis; (9) Aksi HTI Solidaritas Muslim Rohingya; (10) HTI Tolak Negara Penjajah Amerika; (11) Menolak Pemerintah Lepas Tangan Soal Kesehatan; (12) HTI Sadarkan umat tentang Khilafah; dan (13) HTI Menolak Perdagangan yang merugikan Rakyat.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Bupati Banjar: Tak Perlu Unjuk Rasa

Read Next

AJI: Hentikan Kesewenangan Perusahaan Media saat Covid-19

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *