Razia Warung Remang di HST, 16 Wanita Diciduk

Polisi HST merazia warung malam, Rabu (14/10/2020). Foto: Polres HST

Anggota Kepolisian Resor Hulu Sungai Tengah, Polda Kalimantan Selatan, merazia warung remang-remang alias warung jablai di Desa Sungai Buluh dan Binjai Pirua pada Rabu (14/10/2020).

Razia ini dalam rangka menindaklanjuti laporan masyarakat tanggal 1 Oktober 2020. Polisi mendapat informasi warung malam yang diduga disalahgunakan dan adanya karaoke yang tidak memiliki izin, serta meresahkan masyarakat sekitar.

Kegiatan tersebut dipimpin Kasat Intelkam Polres HST AKP Mugiyono didampingi oleh Kasat Narkoba Polres HST Iptu Lamris Manurung, KBO Sat Lantas Polres HST Iptu H. Surya Dharma, KBO Sat Narkoba Ipda Rusmiati, KBO Sat Intelkam Aiptu Lilik, serta 17 personil Polres HST.

Maka polres HST melaksanakan pemeriksaan terhadap beberapa warung malam di Sungai Buluh dan Binjai Pirua, Kecamatan Labuhan Amas Utara, Kabupaten HST, Rabu (14/10/2020).

Kapolres HST AKBP Danang Widaryanto melalui Ps. Paur Subbag Humas Aipda M. Husaini, berkata anggota Polres HST melaksanakan giat operasi pekat di warung warung malam menindaklanjuti laporan masyarakat atas kegiatan yang meresahkan.

“Meraka yang diamankan sudah dikembalikan kepada keluarganya setelah membuat surat pernyataan. Setelah dilakukan pemeriksaan, personil mendapati minuman keras (miras) merek Whisky sebanyak 12 botol di warung remang,” ucap Aipda M. Husaini kepada banjarhits.com, Jumat (16/10/2020).

Sementara bagi pemilik miras dikenai Pasal 12 dan 13 pada Perda HST karena dianggap mengedarkan, menyimpan, mengangkut, memiliki minuman berakohol dan memperdagangkan atau menyediakan minuman beralkohol.

Pemilik dikenai denda Rp 500 ribu dan membayar biaya sidang sebesar Rp 5.000. “Sementara miras tadi disita negara untuk dimusnahkan. Dan juga ada 16 perempuan yang diduga sebagai pemandu karaoke (3 orang di bawah umur), 2 orang laki-laki, dan 1 orang perempuan yang diduga mempunyai tempat karaoke dan warung malam tersebut,” Husaini melanjutkan.

BACA JUGA  Warga yang Menolak Divaksin Didenda Rp 5 Juta

Polisi membawa mereka ke Mapolres HST untuk dilaksanakan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, dilakukan pembinaan dan meraka membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi.

Pihaknya memberi himbauan kamtibmas kepada masyarakat setiap kali melakukan patroli siang maupun malam. “Tujuannya agar masyarakat waspada terhadap segala macam tindak kejahatan serta waspada terhadap penyebaran virus Corona yang sekarang masih kita hadapi.”

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Kasus ITE, Despianoor Dituntut 5 Tahun Penjara

Read Next

Isu Klaster Covid-19 Gembosi Aksi Tolak UU Ciptaker

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *