Per September 2020, Dana Jamrek di Kalsel Rp 579 Miliar

Kepala Dinas ESDM Kalsel, Isharwanto di kantornya. Foto: banjarhits.com

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Selatan mencatat ada kenaikan dana setoran jaminan reklamasi (jamrek) dan jaminan pascatambang.

Menurut Kepala Dinas ESDM Kalsel Isharwanto melalui Kabid Minerba Gunawan Harjito, dana jamrek yang terkumpul per September 2020 sebesar Rp 579.368.416.898 dari 488 Izin Usaha Pertambangan (IUP). Angka ini melonjak ketimbang setoran jamrek per April 2020 sebesar Rp 551.086.211.382 dari 482 IUP.

Pihaknya tidak mematok target setoran dana jamrek dan pascatambang. “Enggak pakai target, hitungannya kan per lima tahun. Per hektare, katakanlah nambang mulai 2015, lima tahun itu harus dibayar penuh. Lalu lima tahun kedua, tetap dihitung lima tahun, tapi dibayar setiap tahun. Lima tahun pertama harus dibayar penuh,” ucap Gunawan Harjito kepada banjarhits.com, Rabu (14/10/2020).

Ihwal dana jaminan pascatambang per September 2020, Dinas mencatat sebanyak Rp 31.453.564.027 dan US Dollar 723.157,43 dari 68 IUP. Angka ini melonjak ketimbang periode April 2020 sebesar Rp 31.333.564.027 dan US Dollar 723.157,43 dari 64 IUP.

Dana jamrek dihitung kisaran Rp 90-110 juta per hektare. “Minimal RP 90 juta. Yang membedakan topografi, cost operasional, tenaga kerja beda, alatnya beda. Yang cangkul dan ekcavator PC 200 beda, toh,” ujar Gunawan.

Menurut dia, ada tujuh perusahaan yang belum menyetorkan dana jamrek dan pascatambang. “Dari 52, tinggal tujuh saja. Tapi itu enggak ada produksi, semua yang produksi sudah membayar semua,” ujarnya.

Gunawan melanjutkan, tujuh perusahaan tambang ini belum produksi karena terganjal kawasan hutan dan kesulitan akses jalan. “Seperti di Tabalong.”

Di Kalsel, ada sembilan kabupaten yang menyetorkan duit jamrek, dan delapan kabupaten penyetor dana pascatambang. Berikut rekapitulasi dana jamrek per September 2020 yang didapat banjarhits.com:

  • Kabupaten Tanah Bumbu (Rp 208.595.424.074 dan 182 IUP).
  • Kabupaten Tapin (Rp 103.577.338.389, US Dollar 1.679.159,48; dan 30 IUP).
  • Kabupaten Banjar (Rp 96.035.998.530 dan 64 IUP).
  • Kabupaten Tanah Laut (Rp 86.125.981.484 dan 129 IUP).
  • Kabupaten Kotabaru (Rp 64.539.806.328, US Dollar 380.788, dan 55 IUP).
  • Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Rp 9.767.050.648 dan 4 IUP).
  • Kabupaten Tabalong (Rp 7.390.727.952 dan 15 IUP).
  • Kabupaten Balangan (Rp 3.296.089.493 dan 8 IUP).
  • Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Rp 30.000.000 dan 1 IUP).
BACA JUGA  Massa Aksi: Tangkap Puar Junaidi yang Ancam Demokrasi

Adapaun rekapitulasi dana pascatambang per September 2020:

  • Kabupaten Tanah Bumbu (Rp 12.860.640.708, US Dollar 583.621, dan 8 IUP).
  • Kabupaten Tanah Laut (Rp 10.646.693.659 dan 32 IUP).
  • Kabupaten Banjar (Rp 5.393.940.576 dan 13 IUP).
  • Kabupaten Balangan (Rp 1.325.666.684 dan 3 IUP).
  • Kabupaten Kotabaru (Rp 1.141.676.400 dan 8 IUP).
  • Kabupaten Tapin (Rp 30.000.000, US Dollar 139.536,43; dan 2 IUP)
  • Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Rp 30.000.000 dan 1 IUP)
  • Kabupaten Tabalong (Rp 25.000.000 dan 1 IUP).

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Update Covid-19 Batola: 6 Sembuh dan 2 Positif

Read Next

Jurnalis Bontang Kecam Tindakan Represif Polisi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *