Covid-19, Paranormal Sepi Order saat Pilkada Kalsel

Gusti H.M Jailani di tempat prakteknya di Kota Rantau, Kalsel. Foto: istimewa/banjarhits.com

Jasa paranormal dalam kontestasi pemilihan kepala daerah, pemilihan legislatif, dan pemilihan kepala desa, tak boleh dianggap remeh. Paranormal punya peran penting memenangkan gacoannya.

Namun pesta demokrasi pemilihan kepala daerah di Kalimantan Selatan 2020 belum membawa keberuntungan bagi jasa paranormal. Maklum, Pilkada Kalsel 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Sebut saja paranormal seperti sosok Gusti H.M Jailani yang buka praktek di Kota Rantau, Kabupaten Tapin. Jailani mengenalkan diri sebagai guru spiritual alam gaib.

Gusti Jailani merasakan order paranormal pemenangan pilkada tahun 2020 tak seramai momen serupa tahun-tahun sebelumnya. “Untuk sementara ini belum ada sih, kalau tahun-tahun sebelumnya ada. Untuk yang pandemi ini, belum ada,” kata Gusti Jailani kepada banjarhits.com, Selasa (13/10/2020).

Jailani pernah jadi paranormal pemenangan kepala daerah di beberapa kabupaten, seperti Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Tabalong, Tanah Laut, dan Kotawaringin Barat. Selain itu, ia sempat membantu salah satu calon kepala daerah di Pilgub Kalteng dan Pilgub Kalsel.

Dari sekian paslon yang memakai jasa paranormal, ia menyebut 80 persen di antaranya lolos sebagai pemenang kepala daerah. Bahkan, kata Jailani, seorang calon gubernur Kalsel tahun 2010 pernah memakai jasa paranormalnya, tapi kalah.

Sekedar kilas balik, Pilkada Gubernur dan Wagub Kalsel 2010 diikuti lima pasang: Rudy Ariffin – Rudy Resnawan, Rosehan NB – Syaiful Rasyid, Zairullah Azhar – Habib Aboe Bakar Al Habsyi, Khairil Wahyuni – Alwi Sahlan, dan Sjachrani Mataja – Gusti Farid Hasan Aman.

Saat ini, kata Jailani, eks pelanggannya itu sedang bertarung di salah satu kabupaten sebagai calon bupati. Menurut dia, jasa paranormal atau guru spiritual alam gaib pekerjaan santai, tanpa sesajen yang banyak.

BACA JUGA  BPN Serahkan 750 Bidang Tanah ke Pemkab Batola

“Dan tidak memakai dupa yang banyak karena kita pengerjaannya semua secara gaib,” ujar Gusti Jailani.

Selain pilgub dan pilbup, Jailani turun gelanggang membantu pemenangan calon legislatif. “Yang gagal itu rata-rata gubernur dan bupati. Kalau caleg-caleg jadi semua.”

Jailani pun tidak mematok biaya jasa paranormal saat pencalonan kepala daerah dan pemilu legislatif. Namun, si calon mesti menebus pembelian bahan-bahan untuk ritual.

“Biayanya, dia kan pakai bahan-bahan. Kalau untuk caleg di daerah biasa Rp 2 juta dan bupati Rp 5 juta, itu bahannya saja. Untuk ongkosnya terserah saja dikasih berapa, yang penting duduk dulu lah. Tapi saya membantu sampai beliau dilantik, selebihnya saya lepas tangan. Intinya calon sampai dilantik,” demikian kata Gusti Jailani.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Sultan Banjar Senang Belanda akan Kirim Berlian 70 Karat

Read Next

Update Covid-19 Batola: 2 Pasien Baru Positif Covid

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *