Di Air Terjun, Aktivis Lingkungan Kalsel Tolak UU Cipta Kerja

Aktivis lingkungan gelar aksi tolak UU Ciptaker di Air Terjun Riam Paka, Kamis (8/10/2020). Foto: Reza

Puluhan pegiat lingkungan hidup yang terdiri atas Komunitas Generasi Muda Save Meratus (GMSM) Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Selatan gelar aksi penolakan UU Cipta Kerja (Omnibus Law) di Air Terjun Riam Paka, Kamis (8/10/2020).

Di depan Air Terjun nan eksotis tersebut, belasan anggota GMSM HST dan WALHI menyatakan sikap menolak atas disahkannya UU Cipta Kerja oleh DPR RI saat Rapat Paripurna di Jakarta, Senin (5/10/2020).

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan oleh Muhammad Reza Fahlipi selaku koordinator aksi, menyampaikan bahwa WALHI dan GMSM HST sepakat menolak UU Cipta Kerja atau yang tenar disebut Omnibus Law. Mereka meminta kepada Presiden RI Joko Widodo segera menerbitkan Perpu untuk membatalkan UU tersebut.

“Kami menolak UU Cipta Kerja dan meminta kepada presiden RI Jokowidodo agar segera menerbitkan Perpu untuk membatalkan UU tersebut,” tegas pria yang akrab dipanggil Putra Pandawa itu kepada banjarhits.com, Minggu (11/10/2020).

Aksi penolakan ini sengaja digelar di objek wisata alam Riam Paka yang berada di bentang Pegunungan Meratus, tepatnya di Desa Kambiyain, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan.

“Di aksi itu, kami menaikkan bendera setengah tiang. Pemasangan setengah tiang bendera merah putih itu sebagai bentuk berduka cita atas disahkannya UU Omnibus Law,” ujar Reza.

Menurut dia, aktivis lingkungan sengaja mengambil lokasi di Riam Paka karena dalam UU Omnibus Law menyinggung lingkungan hidup. Reza tegas menyatakan beleid itu mengancam kelestarian alam, termasuk objek wisata di sepanjang Pegunungan Meratus.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Pasien Covid-19 di Batola Sisa 20 Orang

Read Next

Untold Story: Sahabat Wartawan di Dua Penjara

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *