Ini Kawasan Kota Tua di Banjarmasin

Kawasan pertokoan di Jalan Hasanuddin HM, Banjarmasin. Foto: dok banjarhits.com

Banjarmasin dikenal kota peradaban Suku Banjar berbasis budaya sungai. Banyak bangunan berarsitektur rumah panggung lawas yang berdiri di tepian aliran sungai.

Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, salah satu contoh kawasan kota tua di Banjarmasin. Di sana, berdiri bangunan-bangunan lawas masa kolonial Belanda. Saat itu, Sungai Jingah sebagai tempat perdagangan karena tepat di tepi aliran Sungai Martapura– sungai yang membelah Kota Banjarmasin.

Selain Kelurahan Sungai Jingah, sederet bangunan beton berupa ruko dan bangunan lawas berdiri di area Jalan Hasanuddin HM. Kawasan ini didorong untuk menjadi kawasan kota tua karena pusat perekonomian bersejarah di Kota Banjarmasin. Bukan tanpa alasan, bentuk bangunan-bangunan ini masih lestari sejak dulu dipertahankan oleh para pemiliknya.

Pengamat Tata Kota, Subhan Syarif, berkata langkah ini bisa dilakukan dengan membuat road map dan merevitalisasi seluruh kawasan secara terpadu di area Hasanuddin HM dan sekitarnya.

“Kita mengetahui bahwa ada rencana dari Pemkot Banjarmasin untuk merevitalisasi untuk Pasar Sudimampir dan Pasar Ujung Murung, tapi itu kebijakan parsial. Kita jangan melupakan kawasan Pasar Niaga hingga daerah Hasanuddin HM yang belum terlalu diperhatikan pemkot,” ujar Subhan Syarif dikutip banjarhits.id, Minggu (7/7/2019).

Kata Subhan, merevitalisasi kawasan Sudimampir secara simultan atau terpadu perlu dilakukan lantaran dulunya area ini juga merupakan satu kesatuan.

“Caranya harus dilakukan kajian terlebih dahulu, lalu dibuatkan masterplan kawasan pasar secara keseluruhan, tanpa mengenyampikan nilai-nilai sejarahnya” tambahnya.

Ditambahkan Subhan, kalau upaya revitalisasi dilakukan secara serius, maka bukan tak mungkin jika kawasan ini juga dapat menjadi gerbang Perekonomian di Pulau Kalimantan. Karena masyarakat dan para pedagang memiliki wadah jual beli

“Di Kalimantan, lho. Bukan Kalimantan Selatan. Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) ini juga diamanatkan, bahwa rencana Kota Banjarmasin menjadi gerbang jasa dan perdagangan di Kalimantan harus terwujud sebelum tahun 2025 nanti,” kata dia.

BACA JUGA  Ribuan Petugas Pilkada Kotabaru Ikut Rapid Test Corona

Adapun Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Disbudpar Kota Banjarmasin, Khuzaimi mengaku dorongan untuk merevitalisasi dan menjadikan kawasan Hasannudin HM dan sekitarnya menjadi kawasan kota tua memang telah beredar di kalangan komunitas pemerhati tata kota.

“Meskipun ini bukan heritage, tapi tetap bisa dijadikan kawasan bersejarah dan salah satu destinasi wisata di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Kendati demikian, ia mengaku hal ini memerlukan partisipasi aktif dari komunitas dan penggiat tata kota untuk pembahasan lebih rinci mengenai teknis pengembangannya.

“Kita bisa bantu dengan membuatkan SK. Tapi perlu partisipasi dari para pemilik bangunan dan komunitas-komunitas yang ingin menata kawasan itu. Kami siap menampung aspirasi. Ya kita tunggu saja lah,” kata Khuzaimi.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

9 Sikap PBNU atas UU Cipta Kerja

Read Next

Selasa, BEM se-Kalsel Konsolidasi Tolak UU Cipataker

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *