Penyidikan Korupsi KONI Banjarbaru, Kajari: Seperti Kura-kura

Kepala Kejari Banjarbaru, Andri Irawan. Foto: istimewa

Kasus penyelewengan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banjarbaru sebesar Rp 6,7 miliar, masih belum menemukan titik terang sampai saat ini.

Hal itu terbukti sejak bergulirnya kasus ini dalam tahap penyidikan pada 2019 silam, Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarbaru belum bisa menetapkan satupun tersangka.

Kendati demikian, Kepala Kejari Kota Banjarbaru Andri Irawan kembali menekankan bahwa proses penyidikan masih berjalan. Ia berdalih pihaknya masih menunggu proses perhitungan kerugian negara dari kasus ini.

“Proses perhitungan kerugian negara ini memang butuh waktu yang agak lama. Situasi pandemi Covid-19 juga turut memperlambat proses penyidikan. Jadi kami harus pintar-pintar memanfaatkan situasi bagaimana caranya agar tidak membahayakan bagi tim penyidik dan pihak yang diperiksa,” katanya, Selasa (6/10/2020).

Ia menegaskan proses penyidikan kasus KONI Banjarbaru akan tetap berjalan, meskipun lambat. Ia sendiri memiliki pribahasa untuk meyakinkan bahwa kasus ini tak akan pernah berjalan mundur.

“Meskipun lambat seperti kura-kura, namun tidak ada kura-kura yang berjalan mundur. Kura-kura akan tetap berjalan maju,” tandas Andri.

Kasus ini disidik pada 2019 lalu, Kejari Banjarbaru mengumumkan telah melakukan penyidikan tentang dugaan tindak pidana korupsi dana hibah dari Pemko Banjarbaru kepada KONI Banjarbaru tahun anggaran 2018. Hal itu diumumkan melalui pers rilis bertepatan dengan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-59.

Terungkapnya dugaan korupsi oleh KONI Banjarbaru ini, bermula adanya laporan dari masyarakat terkait adanya anggaran yang tidak sesuai dengan kegiatan yang dilakukan KONI.

Selama proses penyidikan yang telah berjalan lebih dari setahun itu, Kejari Banjarbaru telah memeriksa puluhan saksi baik itu dari pengurus KONI, pejabat Pemko Banjarbaru, hingga para atlet olahraga.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

People with Mental Health Condition Living in Chains

Read Next

UU Cipta Kerja, WALHI: Pengkhianatan Rakyat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *