Vinkmag ad

Dugaan Represif Demo: Dicekik sampai Ditendang

Rizky Ansyari, mahasiswa korban dugaan dicekik saat demo di Banjarmasin, Kamis (5/11/2020). Foto: istimewa

Demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Kota Banjarmasin pada Kamis (5/11/2020), berujung ricuh. Massa mahasiswa dan aparat keamanan terlibat saling dorong, hingga aparat mengamankan seorang koordinator aksi, M. Iqbal Hambali.

Dari siaran pers Fraksi Rakyat Indonesia (FRI) Kalimantan Selatan ke banjarhits.com, rencana aksi yang sudah disepakati dan disampaikan kepada pihak terkait adalah menyampaiakan tuntutan di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.

“Namun massa sudah dihadang aparat keamanan di Jalan Lambung Mangkurat, sebelum gedung DPRD Kalsel. Massa hanya ingin menemui perwakilan DPRD Kalsel dan Pemprov Kalsel,” kata perwakilan FRI Kalsel, Gusti M. Thoriq.

Massa aksi menduga ada oknum pihak keamanan yang memprovokasi dalam barisan massa. Kemudian massa terpaksa mundur ke Taman Kamboja Banjarmasin untuk melakukan koordinasi kembali.

Sekitar pukul 12.00 wita, massa memutuskan beralih ke Mapolda Kalsel untuk membebaskan korlap aksi, M Iqbal Hambali. Namun, kehadiran mahasiswa disambut arogansi dan tindakan represif oleh oknum aparat keamanan di depan Polda Kalsel.

Ada juga satu orang massa aksi mendapat tindakan represif saat aksi di depan kantor DPRD Kalsel. Korban mendapat tindakan kekerasan dalam bentuk tendangan di bagian belakang badan dari oknum aparat saat duduk di sekitar lokasi aksi.

Nasrul, salah seorang massa aksi FRI Kalsel mengatakan, massa sempat bertahan di Mapolda Kalsel untuk meminta Iqbal dibebaskan tanpa syarat, dan pelaku kekerasan ditindak tegas.

“Memastikan bahwa Iqbal diperlakukan dengan baik tanpa intimidasi serta harus dibebaskan segera tanpa syarat,” ujarnya.

Di depan Mapolda Kalsel, satu orang massa aksi juga mendapat tindakan represif dengan bentuk kekerasan yaitu dicekik dibagian lehernya.

Sementara itu, Ahdiat Zairullah yang juga salah satu massa aksi, menyampaikan bahwa ada teman mereka yang diperlakukan represif oleh oknum Polisi. “Kawan kami Gusti sedang mendampingi korban tindak represif aparat, dan kami akan terus
membersamai mereka hingga dibebaskan serta tetap konsisten pada tuntutan,” tegas Ahdiat.

Ahdiat menambahkan ada seorang lagi yang diamankan karena intimidasi, lalu kebingungan saat diminta menunjukan identitas. Satu orang massa aksi ini juga dibawa ke Mapolda untuk diamankan.

Hingga siaran pers ini diturunkan, ada sekitar 8 orang yang di dalamnya termasuk korban tindakan represif oknum aparat, dan saksi berkoordinasi dengan pihak Polda Kalsel untuk menindak pelaku.

M Iqbal Hambali selaku Korlap juga masih belum dibebaskan dan massa belum tahu kondisi serta kesehatannya sekarang. Posisi Iqbal diamankan di Mapolresta Banjarmasin.

Vinkmag ad
Bagikan ini :

Read Previous

Update Covid-19 Batola: 4 Pasien Baru dan 6 Sembuh

Read Next

Iqbal, Korlap Aksi Demo UU Ciptaker Dibebaskan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular